Oleh : Miftah Wangsadanureja, S.P.d.I, M.Pd.I

(Direktur Radio Fajri 1458 Am Bandung)

 

 

“Hampir semua orang kaya di dunia, akhirnya mencapai titik jenuh, mengalami kekosongan dan kehampaan pada dirinya. Ternyata semua kekayaan yang dimilikinya menuntut keinginan lain, yaitu keinginan memberi atau membagi kekayaan yang dimilikinya kepada orang lain, baru ia akan mengalami keseimbangan pada dirinya. Karena itu dapat disimpulkan bahwa kekayaan tanpa kedermawanan adalah suatu kehampaan.” (Abdhul Ghoni)

Sebuah tulisan yang menarik dari salah seorang trainer keuangan syariah disalah satu perusahaan swasta tersebut akhirnya menjadi salah satu mukadimah tulisan atau catatan kecil saya ini.

Kalau direnungkan, tulisan tersebut memang ada benarnya. Sering kita dengar berapa banyak kasus bunuh diri yang menimpa orang-orang kaya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh direktur perusahaan mobil terkenal Hyundai yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri pada tahun 2003 silam, seandainya dia masih hidup pada saat ini mungkin dia akan merasa bangga kalau mobil buatan perusahaannya digunakan di seluruh Negara asia. atau seperti yang dilakukan oleh para selebritis papan atas, ketenaran, popularitas dan banyaknya harta tidak membuat hati mereka tenang, malah sebaliknya kehidupannya membuat mereka menjadi sulit untuk melangkah sehingga mereka banyak memilih bunuh diri untuk keluar dari kehampaan jiwanya.

Saudaraku yang mudah-mudahan di rahmati Alloh Swt.

Dalam agama kita yang mulia ini, tujuan utama kita memang bukan hanya mengejar kehidupan dunia saja, melainkan lebih ditekankan untuk mengejar kehidupan akhirat, karena kehidupan akhirat adalah “…lebih baik dan lebih kekal” (QS. Al-a’la [87];17)

Tapi disisi lain bukan berarti mencari urusan dunia adalah sesuatu yang tercela. Seperti makan, minum, tidur, mencari harta dan urusan-urusan dunia lainnya itu semua diperbolehkan dalam Islam, yang tidak boleh adalah berlebihannya. bahkan jika semua itu diniatkan untuk ibadah maka semua urusan dunia yang mubah tersebut akan bernilai pahala. Makan dan minum misalnya, jika kita diniatkan untuk ibadah dan dimulai dengan membaca bismillah dan diakhiri dengan mengucapkan Alhamdulillah maka dengan meneguk segelas air putih saja Anda akan mendapatkan pahala yang luar biasa. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ . غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi no. 3458. Tirmidzi berkata, hadits ini adalah hadits hasan gharib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). subhanalloh.

Kembali kepada tulisan singkat diatas, bahwa kekayaan tanpa dibarengai dengan rasa berbagi terhadap sesama akan menjadikan sipemilik harta menjadi hampa. Bayangkan saja semua yang ia inginkan bisa terwujud dengan hartanya itu, ilustrasinya seperti ini saja, bila kita punya uang yang cukup beli durian maka kita akan membeli durian tersebut, satu dua buah durian kita makan sendiri, ada kenikmatan pada saat memakannya sehingga hawa nafsu kita pun berniat ingin membelinya lagi. Namun ketika sudah 5 buah durian kita makan, tiba-tiba perut kita pun sudah menolaknya, siperut sudah bosan dengan makanan yang bernama durian itu, kepala kita pun ikut membenarkan laporan dari perut akhirnya kepala kita pusing. Kalau perut dan kepala sudah melaporkan tapi tidak direspon dengan hati yang jernih, nisyca laporan si perut tidak akan digubirs, akhirnya dia harus menerima konsekuensi makan durian yang berlebihan baik pingsan atau bahkan mati mengenaskan.

Begitulah kira-kira gambaran “kebahagiaan” atas nama harta, bahagia dan senang saat makan durian kalau tidak dibatasi maka akan menjadi penyakit bagi dirinya sendiri. Tapi manusia memang memiliki rasa rakus dan tamak, hal ini disinggung oleh Rasulullah saw, seandainya anak adam itu memiliki satu lembah emas maka dia ingin memiliki satu lembah emas lagi. Hanya orang-orang tertentu yang mendapat hidayah dari Alloh Swt lah yang akhirnya bisa mengatur diri dan hatinya agar tidak terlalu rakus dan tamak kepada harta, salah satunya adalah dia akan berfikir kemana sisa harta yang ia akan belanjakan.

Saudaraku kaum muslimin dimanapun Anda berada….

Sebenarnya kehidupan seorang muslim sudah diatur dalam bingkai syariat agama. Dia hanya menjalankan aturan itu dengan baik maka kehidupan nya pun akan baik pula. Salah satunya bagaimana cara dia mengelola harta. Hanya dengan 2,5% yang harus dikeluarkan dari harta yang dimilikinya justru akan membuat hartanya berkah dan bertambah, artinya tidak akan rugi harta yang dikeluarkan di Jalan Alloh Swt.

Walaupun kita sadar, hidup dizaman sekarang untung rugi jadi hitungan. Kalau untung jalan kalau rugi noway!!! Rumus ini sangat terasa bagi para pedagang atau pembisnis. Tapi saudaraku fillah…. Bagaimana kalau kita bertransaksi itu dengan Dzat yang Maha Kaya..? justru harta kita itu diberikan olehNya. Sekarang Dia tidak meminta semua harta kita untuk dikeluarkan semuanya. Dia hanya meminta sebagian saja, dan dari sebagaian itu saja akan dikembalikan kepada kita, baik di dunia ini atau di akherat kelak.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orangorang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)

Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan, “Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta itu milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi, Kita hanyalah sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian.

Allah berfirman :“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). Ibnu Katsir Rohimahulloh mengatakan maksud ayat ini : “Selama engkau menginfakkan sebagian hartamu pada jalan Allah, maka Allah-lah yang akan memberi ganti pada kalian di dunia, juga akan memberi ganti berupa pahala dan balasan di akhirat kelak.”

Allah T a’ala berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir , pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261) “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7).

Subhanalloh….!! Ternyata tidak ada ruginya kalau kita mendermakan harta kita di jalan Alloh swt, tidak rugi dan tidak rugi. Ini bukan sebatas sugesti atau mantra-mantra sihir agar Anda mengeluarkan harta Anda tanpa sadar. Ini sebuah kalimat mulia yang berasal dari Dzat yang Maha Mulia, Dial ah Allah Azza Wa jalla yang akan menggerakan keimanan Anda sendiri.

Oleh karena itu, kami… dari manajemen Radio Dakwah fajri membuka kerjasama dan kesempatan kepada Anda yang ingin sedikit berbagi menyalurkan dana sosial nya untuk kepentingan dakwah melalui udara ini. Satu orang yang mendapat pencerahan dari radio fajri maka pahala satu orang itu akan mengalir kepada Anda sebagaimana dalil yang sering kita dengar “barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakan (kebaikan)nya itu”.

Sebagai tambahan informasi pada saat ini pendengar radio fajri 1458 Am bandung sudah memiliki 3600 pendengar, tak bisa dibayangkan 5 % dari pendengar atau hanya 10 orang saja dari pendengar tersebut terinspirasi ibadahnya dari radio fajri, maka Anda akan mendapatkan pahala 10 kebaikan dari mereka.

Mari bergabung bersama kami dalam pembangunan mega proyek dakwah ini. Bagi Anda yang berminat bisa menghubungi kontak yang telah disediakan dihalaman website ini, mudah-mudahan keikutsertaan Anda dalam dakwah media ini mendatangkan keberkahan dari Alloh SubhanahuWataala. Amiin ya robal alamin.

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah”

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: