Pondok pesantren di Kota Bogor mulai membuka pendaftaran baru bagi santri. Pimpinan ponpes diminta menyiapkan protokol kesehatan bagi santri dan calon santri.

Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim menyatakan telah membahas protokol kesehatan dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kota Bogor untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Dedie mengatakan, santri yang mondok di Kota Bogor harus menunjukkan surat keterangan sehat.

Selain itu Calon santri harus menjalani rapid test. Hal ini diungkapkan Dedie di Kota Bogor, Selasa kemarin. Di Kota Bogor setidaknya terdapat 144 pondok pesantren yang tersebar di enam kecamatan. Dedie mengatakan, pihaknya menerima masukan untuk memfasilitasi rapid test kepada santri.

Dedie menyanggupi akan melakukan rapid test atau tes cepat pada santri yang kurang mampu. Sementara itu, santri kelas ekonomi menengah atas disarankan untuk melakukan rapid test secara mandiri. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: