Spg hewan Qurban

Assalamu’alaikum WrWb

Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang fenomena kekinian yaitu tentang spg hewan Qurban. Sebenarnya masalah spg hewan qurban ini adalah fenomena lama, namun karena kami melihat semakin kesini semakin jauh dari norma-norma syariat, dan karena kebetulan sebentar lagi kita akan merayakan hari Idul Adha, sehingga kami merasa tema ini menarik untuk diangkat.

Saat pertama kali kita mendengar istilah spg hewan qurban, kita berpikir bahwa spgnya berpakaian hijab syarii, dengan warna dan model yang sederhana. Pemikiran itu muncul atas dasar barang yang ditawarkan (hewan qurban) dimana itu adalah simbol agama islam, bahkan symbol hari raya umat islam. Namun setelah kita kroscek, kami sempat terkaget-kaget ternyata spgnya berpakain sangat tidak syarii, bahkan di beberapa tempat penjualan ada yang spgnya sangat kekurangan bahan dan super tabaruj. Naudzubillah.

Mungkin bila produk yang ditawarkan adalah rokok, mobil, dll kita tidak akan terlalu angkat bicara (walaupun tetap salah) namun ini produk yang kuat symbol islamnya dimana ini sangat berbahaya dalam merusak citra sebuah simbol islam.

Ghozwul fikrikah ini ?

Secara dampak maka akan sama dengan ghozwul fikri yang dilancarkan yahudi danmusuh-musuh islam (karena sangat merusak symbol islam), namun sayangnya pencetus ide spg hewan qurban ini dating dari seorang muslim bahkan bergelar haji. Maka ini amat disayangkan oleh kami, padahal masalah aurat wanita adalah perkara yang sudah sangat jelas syariatnya, terang benderang, bahkan anak madrasah yang baru belajar iqropun sudah memahaminya.

Berikut penjelasan spg hewan qurban dari segi dalil syarii :

  1. Permasalahan tabaruj.

Tabarruj mengandung arti wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki lain.

Bahayanya :

Rasulullah saw bersabda, “Aku membaiatmu agar kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karena perbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidak tabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (H.R. Bukhari)

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda, “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku lihat sekarang ini. Satu kaum yang bersama mereka cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk memukul orang. Wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, bergaya pundak mereka dan berpaling dari kebenaran. Kepala mereka seperti punuk unta kurus, mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal baunya tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (H.R. Muslim)

Al-Baihaqi meriwayatkan sabda Rasulullah saw. dengan sanad shahih, “Sebaik-baik wanita kalian adalah yang penyayang, yang banyak melahirkan, yang cocok (dengan suaminya) jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk wanita adalah yang tabarruj dan sombong. Mereka itulah orang-orang munafik. Tidak akan masuk surga salah seorang di antara mereka kecuali seperti gagak putih.” (Baihaqi).

  1. Permasalahan ikhtilath

Ikhtilath mengandung arti berkumpul/bercampur baurnya antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya di sebuah tempat atau moment yang tidak sesuai syariat.

Dari hal ini muncul pertanyaan, bolehkah wanita berjualan ?

Islam tidak melarang seorang wanita bekerja ataupun berdagang bahkan sebaliknya Allah Azza wa Jalla memerintahkan para hambaNya untuk beramal dan bekerja.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’”(QS. At-Taubah: 105)

Dan juga firmanNya,

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Untuk menguji kalian siapakah diantara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2)

Ayat ini bersifat umum mencakup laki-laki dan perempuan. Allah Ta’ala membolehkan perdagangan juga untuk semua. Karena setiap manusia diperintahkan untuk berusaha, menempuh sebab serta beramal baik dia laki-laki ataupun perempuan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ

“Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil. Kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu.” (QS. An Nisa: 29)

Ayat ini juga bersifat umum ditujukan untuk laki-laki dan perempuan.

Namun ada beberapa batasan yang harus diwaspadai :

  1. Wanita bekerja (ditempat) yang tidak ada campur baur dengan laki-laki serta tidak memicu timbulnya fitnah. Demikian pula tatkala wanita berdagang, dalam keadaan yang bersih dari fitnah. Dengan tetap memperhatikan hijabnya, menutupi aurat, serta menjauhi sebab terjadinya fitnah.

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ

“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,’Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS. Al-Ahzab: 59)

  1. Berjualan barang yang halal
  2. Tidak tabaruj
  3. Sesuai kaidah syarii dalam hal jual beli

Lalu bagaimana bila orang yang berjualan adalah orang kafir ?

Islam tidak melarang kita bermuamalah dengan orang kafir, asal memerhatikan kaidah-kaidah muamalah terhadap orang kafir yang insya Allah akan dijelaskan disempatan yang lain.

Namun bahaya paling utama dari fenomena spg hewan qurban adalah

MENCAMPUR ADUKKAN ANTARA HAQ DAN YANG BATHIL

Ini sangatlah berbahaya karena akan berdampak menyamarkan antara yang benar dan yang salah,

Klik link http://fajribandung.com/beginilah-musuh-islam-dan-beginilah-umat-islam/

dan Allah jelas telah melarangnya

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (Al Baqarah [2] : 42)

 

Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membuat tradisi buruk dalam Islam, maka ia (akan menanggung) dosanya dan dosa orang-orang (pelaku tradisi tersebut) setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun”. (HR. Muslim)

 

Maka jangan sampai tradisi spg untuk hewan qurban (yang sebelumnya tradisi ini tidak ada) kita hidupkan lalu ditiru oleh pedagang diseluruh penjuru nusantara bahkan dunia, lalu bagaimana tanggung jawab kita kelak ?. naudzubillah

 

Wallahu A’lam

oleh : Murawhy Madholin

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: