Syirik yaitu menjadikan sekutu bagi Alloh dalam rububiyah (perbuatan-perbuatan Alloh seperti menciptakan), uluhiyah (Ketuhanan Alloh), asma’ dan sifat-Nya (nama-nama dan sifat-Nya), atau pada salah satunya.

Apabila seorang manusia meyakini bahwa ada selain Alloh yang menciptakan alam semesta, maka dia seorang musyrik. Barangsiapa yang meyakini bahwa ada seseorang selain Alloh berhak disembah, maka dia seorang musyrik. Barangsiapa yang meyakini bahwa Alloh serupa dengan makhluk-Nya pada asma’ dan sifat-Nya, maka dia seorang musyrik.

Banyak sekali ayat-ayat yang menunjukkan tentang perbuatan syirik dalam tiga macamnya.

Bahaya Syirik

Syirik kepada Alloh adalah perbuatan zhalim yang besar. Karena ia melewati batas terhadap hak Alloh yang khusus dengan-Nya, yaitu tauhid. Tauhid adalah keadilan paling adil dan syirik adalah kezaliman yang paling bengis dan kejahatan yang paling keji; karena ia merendahkan Robb semesta alam, menyombongkan diri dari taat kepada-Nya dan memalingkan kemurnian hak-Nya kepada selain-Nya serta memutarkan selainnya dengannya. Karena begitu besar bahayanya, maka sesungguhnya siapa yang berjumpa dengan Alloh dalam keadaan syirik kepada kepada Alloh , sesungguhnya Alloh tidak mengampuninya, seperti dalam firman-Nya:

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. An-Nisaa’48)

Syirik kepada Alloh merupakan dosa terbesar. Siapa menyembah selain Alloh berarti dia telah meletakkan ibadah di tempat yang salah, dan memalingkannya kepada yang tidak berhak. Hal itu kezaliman yang besar, seperti firman Alloh :

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]:13)

Perbuatan syirik ini menggugurkan semua amal perbuatan dan memastikan kebinasaan dan kerugian, ia adalah dosa yang terbesar. Alloh berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِّنَ الْخَاسِرِينَ

“Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Alloh), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar [39]: 65)

Rosululloh pernah bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ قَالَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ

‘Maukah kalian aku bertahukan dosa yang terbesar? (beliau mengatakan sebanyak) Tiga kali. Mereka menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Menyekutukan Alloh, durhaka kepada kedua orang tua.’ Dan beliau duduk dan tadinya beliau bersandar: ‘Ketahuilah, dan ucapan yang palsu.’ Abu Bakrah berkata, ‘Beliau terus mengulanginya hingga kami berkata, ‘Semoga beliau diam.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Keburukan-Keburukan Syirik:

Syirik merupakan seburuk-buruk perbuatan dosa. Sedemekian buruknya, Alloh menyebutkan empat keburukan syirik dalam empat ayat, yaitu, Firman Alloh :

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa [4]: 48)

Firman Alloh :

وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا

“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Alloh, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa [4]: 116)

Firman Alloh :

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَالِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah [5]: 72)

Firman Alloh :

وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Alloh, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj [22]: 31)

Balasan Ahli Syirik

Sudah barang tentu, balasan yang Alloh sediakan untuk orang-orang yang berbuat syirik sangatlah dahsyat, yaitu siksa api neraka yang sangat pedih selama-lamanya. Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal ini:

Firman Alloh :

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَلِدِيْنَ فِيْهَآ أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)

Firman Alloh :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً . أُوْلاَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

“Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Alloh dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Alloh dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir). Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS. An-Nisa [4]: 150-151)

Nabi bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

“Barangsiapa yang meninggal dunia, sedangkan dia berdoa kepada sekutu dari selain Alloh, niscaya dia masuk neraka.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dasar Syirik

Dasar syirik dan pondasinya yang ia dibangun di atasnya adalah bergantung kepada selain Alloh . Barangsiapa yang bergantung kepada selain Alloh niscaya Dia menyerahkannya kepada sesuatu yang dia bertawakkal kepadanya, menyiksanya dengannya, menghinakannya dari sisi yang dia bergantung dengannya. Jadilah ia tercela, tidak ada pujian baginya, terhina, tidak ada penolong baginya, seperti firman Alloh :

لاَّتَجْعَلْ مَعَ اللهِ إِلاَهًا ءَاخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولاً

Janganlah kalian adakan ilah-ilah yang lain di samping Alloh, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Alloh). (QS. Al-Isro [17]: 22)

Macam-macam Syirik

Syirik terbagi dua: syirik besar dan syirik kecil.

Di antara macam-macam syirik besar:

Pertama, Syirik dalam takut: yaitu takut kepada selain Alloh , berupa berhala atau patung, atau thagut, atau mayat, atau yang gaib (tidak terlihat mata) dari bangsa jin atau manusia bahwa ia bisa membahayakannya atau menimpakan kepadanya sesuatu yang dibenci. Takut ini termasuk tingkatan agama yang tertinggi dan teragung. Barangsiapa yang memalingkannya kepada selain Alloh, maka sungguh dia telah menyekutukan Alloh dengan syirik besar. Firman Alloh :

فَلاَتَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُمْ مُّؤْمِنِينَ

“Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imron [3]: 175)

Kedua, Syirik dalam tawakka. Tawakkal kepada Alloh dalam segala perkara dan di semua kondisi termasuk jenis ibadah yang paling agung yang harus diikhlaskan hanya kepada Alloh saja. Barangsiapa yang bertawakkal kepada selain Alloh dalam perkara yang tidak bisa melakukannya selain Alloh . Seperti tawakkal kepada orang yang sudah meninggal dunia dan orang-orang yang ghoib serta yang semisal mereka dalam menolak bahaya, mendapatkan manfaat dan rizqi, berarti dia telah menyekutukan Alloh dengan syirik besar. Firman Alloh :

وَعَلَى اللهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Dan hanya kepada Alloh hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman”. (QS. Al-Maidah [5]: 23)

Ketiga, Syirik dalam mahabbah (cinta). Cinta kepada Alloh adalah cinta yang konsekuensi logisnya adalah kesempurnaan merasa hina dan taat kepada Alloh . Inilah cinta yang murni hanya karena Alloh . Tidak boleh menyekutukan seseorang dengan-Nya dalam mahabbah ini. Maka, siapa yang cinta kepada sesuatu seperti cintanya kepada Alloh , berarti ia telah menjadikan sekutu dari selain Alloh dalam cinta mengagungkan, dan ini termasuk syirik. Alloh berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا للهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Alloh; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Alloh. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Alloh.” (QS. Al-Baqoroh [2]: 165)

Keempat, Syirik dalam taat. Termasuk syirik dalam taat adalah taat kepada para ulama, umara (pemerintah), pemimpin dan hakim dalam menghalalkan yang diharamkan, atau mengharamkan yang dihalalkan Alloh . Maka, siapa yang taat kepada mereka dalam hal itu, berarti dia telah menjadikan sekutu-sekutu (tandingan-tandingan) bagi Alloh dalam tasyri’ (menetapkan hukum), menghalalkan dan mengharamkan. Ini termasuk syirik besar, seperti firman Alloh berikut:

اِتَّخَذُوْا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُوْنِ اللهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآأُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوْا إِلَهًا وَاحِدًا لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Robb-Robb selain Alloh, dan (juga mereka menjadikan Robb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah [9]: 31)

Demikianlah penjelasan ringkas tentang hakikat perbuatan syirik. Sungguh, sangat mengerikan sekali akibat yang ditanggung oleh orang-orang yang berbuat syirik. Kesengsaraan dan kesempitan hidup di dunia dan siksa api neraka di akhirat selamanya. Semoga Alloh menghindarkan kita dari perbuatan syirik. Amin, Wallohu ta’ala a’lam… 

Ust. Umar Muhsin, Lc., M.Pd.I.

 

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: