Asy-Syarwani yang wafat pada 1301 H – ulama dari kalangan madzhab Syafiiyah – mengatakan, ”al-Qaffal ditanya tentang hukum memelihara burung dalam sangkar, untuk didengarkan suaranya atau semacamnya. Beliau menjawab, itu dibolehkan selama pemiliknya memperhatikan kebutuhan burung itu, karena hukumnya sama dengan binatang ternak yang diikat”.

Dan dalam hal ini juga terdapat sebuah hadis yang membolehkan kita memelihara burung. Hadis bersumber dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Beliau memiliki adik laki-laki yang masih kanak-kanak, bernama Abu Umair. Yang memiliki burung kecil dan dinamai Nughairm,

“Anas berkata Nabi sholallohu alaihi wasallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang adik lelaki, namanya Abu Umair. Usianya mendekati usia baru disapih. Apabila Rosululloh sholallohu alaihi wasallam datang, beliau memanggil, ‘Wahai Abu Umair, ada apa dengan Nughair?’ Nughair adalah burung yang digunakan mainan Abu Umair.” (HR. Bukhari 6203, Muslim 2150, dan yang lainnya).

Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pelajaran yang disimpulkan dari hadits ini. diantara yang beliau sebutkan, “Hadis ini adalah dalil bolehnya memelihara burung dalam sangkar atau semacamnya.” (Fathul Bari, 10/584).

Namun yang harus diperhatikan dan sangat ditekankan, jangan sampai kita menghabiskan waktu untuk memelihara burung sehingga waktu yang bermanfaat menjadi sia-sia karena sibuk merawat burung sehingga meninggalkan kewajiban, baik kewajiban sholat dengan menyia-nyiakannya, atau perkerjaan yang lainnya. Wallohu a’lam.

Dijawab oleh Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: