Dituduh menjadi penyebab tragedi Mina pada tanggal 24 September akibat kelalaian mengurus jamaah haji oleh pemerintah Teheran, surat kabar Arab Saudi “Syarq Awsahth” kembali menuding balik jamaah haji Iran adalah biang kerusuhan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pernyataan ini dilontarkan Syarq Awsath setelah surat kabar kenamaan asal Saudi membuka kembali file dan dokumentasi kerusuhan yang terjadi di Masjidil Haram dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, dan kebanyakan didominasi oleh jamaah haji asal Iran.

Bahkan surat kabar Iran dalam laporannya ditahun 1983, 1986, dan 1987 menyatakan bahwa puluhan jamaah haji asal Iran dilaporkan membawa senjata dan bahan peledak ke Masjidil Haram, serta melakukan unjuk rasa bersenjata selama menunaikan ibadah haji.

Akan tetapi aksi tersebut dapat dicegah dan digagalkan oleh aparat berwenang Saudi, meskipun mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari kalangan jamaah haji serta petugas keamanan.

Apa saja kelakuan jamaah haji asal Iran yang dalam terbitannya pada hari Senin (28/09) Syarq Awsath menyebutnya sebagai biang kerusuhan di musim haji? Berikut sejumlah dokumentasinya untuk pemirsa;

1. Tahun 1983 pemerintah Saudi menangkap sekitar 20 jamaah haji asal Iran yang mencoba menyebarkan paham revolusi Syiah Iran di Arab Saudi.

2. Tiga tahun berselang tepatnya di tahun 1986 peziarah haji asal Iran kembali membuat ulah dengan membawa senjata dan pisau selama penyelenggaraan ibadah haji ditahun tersebut.

Aksi huru-hara ini dilakukan setelah pernyataan resmi Emir Nayef bin Abdul Aziz menjamin bahwa Arab Saudi akan mengamankan jalannya musim ibadah haji ditahun tersebut.

3. Tidak hanya itu, di tahun yang sama, 10 calon haji asal Iran diketahui kedapatan membawa 51 kilogram bahan peledak C4 dan RDX di dalam tas mereka.

Rencana peledakan ini dapat dicegah setelah ke sepuluh jamaah ini tiba di Arab Saudi melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, diringkus aparat berwenang Saudi karena kedapatan membawa bahan peledak di dalam kopornya.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, aparat keamanan Saudi mengetahui bahwa rombongan yang dipimpin oleh Mohammad Hassan Mohammadi berencana meledakan Dua Masjid Suci dan sejumlah tempat-tempat suci lainnya di Arab Saudi.

4. Tahun 1987, peziarah Iran kembali membuat kerusuhan dengan melakukan aksi memblokade jalan dan meneror umat Islam lainnya saat mencoba mengepung Masjidil Haram.

Ratusan jamaah calon haji dan petugas keamanan dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut.

5. Dan diantara yang paling menonjol adalah upaya seorang Syiah Kuwait di tahun 1989 yang mencoba meledakan sejumlah jalan menuju ke kota Makkah Al Mukaromah, untuk menggagalkan ibadah haji ditahun tersebut.

Rencana tersebut dapat digagalkan oleh aparat berwenang Saudi, dan terungkap bahwa warga Kuwait yang akan melakukan aksinya terlebih dahulu direkrut dan dilatih Iran sebelum melakukan aksinya. (Rassd/Ram)

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: