Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengapresiasi upaya negara-negara pro Israel menghentikan Pengadilan Kriminal Internasional membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan perang terhadap Palestina. Ketua jaksa penuntut pengadilan internasional, Fatou Bensouda, pada Desember lalu mengatakan pihaknya memiliki cukup bukti untuk membuka investigasi atas dugaan tersebut.

Sejumlah negara seperti Brazil, Hongaria, Austria, Jerman, Ceko, dan Australia telah meminta pengadilan agar mereka dapat mengajukan opini atau tinjauan tentang kasus tersebut. Jerman akan memberikan argumentasi di pengadilan yang menyatakan bahwa yuridiksi pengadilan tidak mencakup wilayah Palestina. Brazil menyatakan konflik Israel dan Palestina harus diselesaikan melalui dialog politik, bukan putusan pengadilan.

Organisasi Kerjasama Islam, yang mewakili 57 negara Muslim, diminta untuk mengajukan opini dan pandangan tentang kejahatan Israel. Akan tetapi sampai saat ini belum mengeluarkan pernyataan. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: