Pemerintah Israel dilaporkan mencemaskan kemungkinan negara-negara Eropa mengakui negara Palestina. Hal itu dilakukan sebagai reaksi Eropa atas rencana perdamaian yang disusun Presiden Amerika Serikat Donald Tramp.

Menteri luar negeri negara anggota Uni Eropa telah menggelar pertemuan rutin bulanan.  Pada kesempatan itu, mereka turut membahas konflik Timur Tengah. Rencana perdamaian yang digagas Tramp dikabarkan turut dibicarakan.

Para pejabat Israel khawatir reaksi keras negara-negara Eropa terkait rencana Tramp akan muncul pada akhir pertemuan tersebut. Pada Januari lalu, Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn mendesak Uni Eropa secara resmi mengakui Palestina sebagai negara. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan proses perdamaian antara Palestina dan Israel. Asselborn mengatakan saat ini prospek solusi dua negara Israel-Palestina sedang sekarat.

Itu bukan kali pertama Asselborn meminta Uni Eropa mengakui negara Palestina. Pada November tahun lalu, dia sempat menyerukan hal serupa. Kala itu Asselborn mengatakan mengakui negara Palestina bukanlah sebuah bantuan. Tetapi lebih sebagai pengakuan hak rakyat Palestina untuk negaranya sendiri. Menurutnya, mengakui negara Palestina bukan pula berarti melawan Israel. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: