Sahabat adalah orang-orang yang berjumpa dengan Rosululloh dalam keadaan beriman dan maninggal dalam keadaan beriman pula.

Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan keadilan sahabatNabi, di antaranya adalah firman Alloh dalam surat at-Taubah ayat 100.

“Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”

As-Sa’bi berkata, Orang yang pertama masuk islam adalah para Muhajirin dan Ansor yang mengikuti Baiat Ridwan di Hudaibiyah.

SedangkanAbu Musa al-Asy’ari , Said bin Musayyib, Muhammad bin Sirin, al-Hasan serta Qotadah berkata, bahwa yang dimaksud dengan orang yang pertama masuk Islam adalah Para Sahabat yang pernah solat kedua kiblat bersama Rosululloh.

Syeikh as-Sa’di berkata: Orang yang pertama-tama masuk Islam adalah mereka yang bergegas untuk mempercayai semua kabar dari Alloh, berhijrah, berjihad dan menegakan agama-Nya.

Di antara mereka ada kaum Muhajirin, yaitu mereka yang diusir dari kampung halaman mereka sendiri dan meninggalkan harta benda mereka karena mencari karunia dan keridoan dari Alloh. mereka pun bersemangat untuk membela Alloh dan Rosul-Nya, dan mereka termasuk kedalam golongan orang-orang jujur.

Sedangkan orang Ansor adalah orang-orang beriman dari kalangan Penduduk Madinah yang mencintai kaum Muhajirin dan menyambut mereka. Kaum Ansor ini sama sekali tidak mengharap balasan dari kalangan Muhajirin ketika menyambut dan memberikan sesuatu kepada mereka, bahkan kaum Ansor ini cenderung mengedepankan kepentingan saudaranya dari kalangan Muhajirin walaupun mereka membutuhkannya.

Karena begitu agungnya akhlak dari orang-orang Muhajirin dan Ansor dalam membela agama ini, maka siapapun yang mengikuti mereka dalam kebaikan aqidah, perkataan dan perbuatan maka mereka tidak tercela bahkan terpuji dan mendapatkan penghargaan dari Alloh Ta’ala.

Alloh meridoi mereka sehingga Dia akan memasukan mereka kedalam surga yang menjadikan hati merekapun rido kepada Alloh. mereka akan mendapatkan surga yang mengairi kebun-kebun istimewa dan bunga-bunga serta taman yang indah.

Mereka akan kekal di dalam surga dan tidak akan bosan di dalamnya karena apapun yang mereka minta pasti dikabulkan oleh Alloh, dan apapun yang mereka inginkan sudah tersedia.

Mereka para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Ansor serta para pengikutnya akan mendapatkan kesuksesan yang besar. Mereka mendapatkan segala yang disukai jiwa, kenyamanan hati dan keinginan anggota badan. Merekapun akan terjauh dari segala sesuatu yang dibenci.

Di dalam ayat ini Alloh telah mengabarkan bahwa diri-Nya meridoi para Sahabat dari kalangan Muhajirin dan Ansor serta semua yang mengikuti mereka dengan baik dalam beragama.

Maka sungguh celaka orang-orang syiah yang membenci para sahabat atau bahkan menghina,  menuduh fasik serta kafir. Apalagi yang mereka cela adalah sahabat-sahabat utama yang sangat dekat dengan Rosululloh seperti Abu Bakar Siddiq serta puterinya Aisyah dan Umar bin Khottob serta putrinya Hafsoh.

Hal ini menunjukan bahwa akal orang-orang kafir syiah sudah terbalik, hati mereka sudah tertutup. Mereka tidak beriman terhadap al-Qur`an, karena jika hendak direnungi maka akan banyak di dapatkan bahwa al-Qur`an telah menginformasikan bahwa para sahabat adalah orang-orang yang diridoi oleh Alloh.

Imam Malik mengatakan tentang orang-orang yang suka mencela Sahabat, “Sesungguhnya mereka adalah satu kaum yang bertujuan untuk menjelek-jelekan Rosululloh akan tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan, sehingga mereka menjalankan cara lain, yaitu dengan mencela para sahabat beliau, sehingga jika para sahabat sudah diyakini keburukannya akan dikatakan bahwa dia (NabiMuhammad) adalah orang buruk, karena jika dia orang baik niscaya para sahabatnyapun akan baik.

Adapun Ahlussunnah mereka meridoi siapapun yang diridoi oleh Alloh. Ahlusunnah meridoi para sahabat sehingga tidaklah disebut nama salah seorang dari sahabat kecuali akan terucap dari lisan seorang Ahlusunnah doa agar mereka diridoi olehAlloh. sebaliknyaAhlussunnah pun tidak pernah mencela para sahabat karena tidak mungkinhati yang beriman kepada Alloh dan Rosulnya mencela mereka yang diridoi oleh Alloh dan Rosul-Nya.

Inilah jalan bergama yang selamat, yaitu meridoi siapapun yang diridoi oleh Alloh dan Rosulnya serta membenci siapapun yang dibenci oleh Alloh dan Rosul-Nya.

Wallhu A’lam

Ust. Solahudin, Lc., M.A.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: