Majelis Ulama Indonesia Pusat melantik 100 lebih dai berkompetensi untuk diberikan sertifikat. Di dalam acara pelantikan tersebut, MUI menyatakan kelulusan da’I yang berkompeten. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis kepada media sela-sela acara Rapat Koordinasi Dakwah Nasional MUI di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin kemarin.

Menurut dia, Komisi Dakwah MUI selama ini sudah berupaya meningkatkan kompetensi para dai agar menjadi lebih berkualitas. Dia berharap para dai berkompetensi tersebut nantinya bisa membentuk suatu forum silaturahim sehingga bisa melayani umat dengan lebih baik.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Ustaz Fahmi Salim menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam menjawab problematika keagamaan dan kebangsaan.

Dia mengatakan, selama ini dakwah di Indonesia sudah berjalan begitu marak dan sudah banyak lembaga dakwah atau para dai yang ikut mencerahkan dan mencerdaskan kkehidupan bangsa. Tapi tidak sedikit juga masyarakat yang mengeluhkan tentang kompetensi dai. Maka itu perlu ada standardisasi. Akan tetapi fahmi mengaku tidak ingin mengatakan hal itu sebagai sertifikasi dai. Karena pengakuan akan kontribusi seorang dai itu diberikan masyarakat.

Menurut dia, Komisi MUI sudah memiliki etika dakwah dan pedoman dakwah yang mengharuskan seorang dai mempunyai standar kompetensi, sehingga tidak ada lagi dai yang tidak memahami Alquran atau hadist dengan benar.Kegiatan Rakor Dakwah Nasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Selain itu, Kiai Ma’ruf juga meluncurkan sebuah aplikasi dakwah yang dibangun oleh MUI, yaitu Aplikasi Dakwah MUI. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: