Konferensi Internasional Ilmu Fiqih ke-15, yang digelar di Oman sejak hari Ahad kemarin telah berakhir pada Selasa kemarin.

Ketua Panitia Konferensi, Syaikh Abdul Rahman bin Sulaiman Al-Sami mengatakan bahwa konferensi ini  merupakan forum peningkatan kapasitas keilmuan dalam bidang fiqih.

Pejabat  Kementrian Wakaf dan Urusan Agama ini juga mengungkapkan bahwa tema konferensi ini merupakan masalah klasik, namun tetap relevan untuk dikaji dan diteliti.

Ia mencontohkan, salah satu penemuan dan inovasi terbaru dalam penyulingan air laut melalui proses desalinasi. Menurutnya, hal ini menjadi solusi dalam mengatasi problem krisis air.

Konferensi ini terdiri atas 14 sesi dengan delapan pembahasan hukum Islam yang berkaitan dengan masalah air dan problematikanya dalam tinjauan fiqih, fatwa-fatwa, dan aplikasinya berdasarkan literatur Islam klasik serta telaah tentang hukum masalah air kontemporer dan hukum yang berkenaan dengan air laut.

Dalam konferensi ini, dipresentasikan sejumlah 57 makalah. Sejumlah peserta akan diminta berpartisipasi menyampaikan makalah-makalah tersebut. Mereka adalah para ulama dan intelektual yang berasal dari berbagai negara. Termasuk Kesultanan Oman yang menjadi tuan rumah.

Konferensi ini dihadiri oleh para ulama, ilmuwan, dan intelektual Islam dari berbagai negeri Islam termasuk dari Indonesia. Peserta dari Indonesia adalah Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Muhammad Zaitun Rasmin.

https://www.islampos.com

%d blogger menyukai ini: