“Bali Kecolongan!” demikian respon dari netizen terhadap foto pernikahan sesama jenis yang terjadi di Bali yang beredar di media sosial.

Imbas dari pelegalan LGBT di Amerika beberapa waktu lalu ternyata menjadi batu loncatan kaum LGBT di seluruh dunia untuk muncul ke permukaan dan memamerkan kesesatan yang mereka labeli sebagai “hak asasi manusia.” Bahkan, hal tersebut dibuktikan dengan beredarnya sebuah foto pernikahan pasangan sejenis di kawasan Ubud, Gianyar, Bali, akhir pelan lalu.

Menurut DSA, Rabu (16/9/2015), perbuatan bejad itu tidak hanya dikecam Muslimin, namun juga oleh kalangan non-Muslim. “Ulah pasangan beda warga negara ini membuat Gubernur Bali Made Mangku Pastika naik pitam.”

“Ndak boleh itu, dimana itu. Menurut agama Hindu sangat dilarang itu. Makannya pingin tahu dimana persisnya lalu kita tegur. Kita sampaikan ke Majelis Desa Pakraman atau Majelis Desa Madya. Saya kira itu benar-benar satu aib lagi,” tegas Made Mangku.

Di Indonesia pernikahan sejenis melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Dalam undang-undang itu disebutkan perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami-istri.

Bereaksi akan pernikahan menyimpang itu, seorang netizen beristighfar, “Astaghfirullah.. Kuatkan keimanan kita, semoga kita terhindar dari adzab seperti yang menimpa kaum Nabi Luth. Please, waspada karena perilaku seksual menyimpang demikian bisa menular karena teman pergaulan yang salah.”

Gubernur Bali mengecam keras foto pernikahan sejenis

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengecam keras pernikahan sejenis yang tersiar foto-fotonya di media sosial yang diduga ini dilakukan di Bali oleh pria berkewarganegaraan asing dengan pria asal Indonesia. Hal ini sempat menghebohkan masyarakat Bali.

Mengutip Okezone Selasa (15/9/2015), menurut Patika hal tersebut melanggar aturan agama. Oleh sebab itu, pihaknya akan menanyakan kebenaran tersebut kepada majelis ulama desa setempat.

Sebagaimana diketahui, tersiar foto yang diunggah melalui akun Facebook milik Ali Subandoro memperlihatkan, proses pernikahan dua pria yang diduga bernama Joe Tully dan Tiko Mulya.

Foto lainnya memperlihatkan seorang calon pengantin bersimpuh meminta restu yang dikabarkan adalah orangtuannya. Diduga pernikahan tersebut berlangsung di salah satu perbukitan yang ada di Bali.

Pernikahan gay langgar UU dan mencederai agama

Ulama mengecam pernikahan gay yang dilakukan pasangan Joe Tully dan Tiko Mulya di Bali.

Mantan Katib ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Malik Madani bahkan tak menampik jika perbuatan keduanya sama dengan praktik keji yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth.

“Betul, itu sangat saya sayangkan, ya jelas itu merupakan pelanggaran terhadap UU Perkawinan,” ujarnya, lansir Okezone, Sabtu (19/9/2015).

Menurut Malik, selain melanggar UU, pernikahan gay yang dilakukan pasangan yang mengundang azab Allah tersebut telah mencederai agama apapun yang diakui di Indonesia dan juga falsafah Pancasila.

“Itu nikah yang tidak dibenarkan di Indonesia, karena itu pernikahan sejenis dianggap pelecehan terhadap agama dan juga UU,” terangnya.

Dia juga meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap perkawinan sejenis yang dilakukan pasangan tersebut. “Mestinya harus diambil tindakan tegas oleh negara, kalau orang luar negeri ya harus segera dideportasi,” tegasnya.

Lebih jauh, menurutnya perilaku seks menyimpang hingga saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. Sejumlah organisasi homoseksual, lesbian hingga biseksual bermunculan sebagai wadah mereka berinteraksi dan saling bertukar pendapat.

Tak jarang legalitas yang mereka pakai adalah Hak Asasi Manusia (HAM), serta menolak penerapan undang-undang lain dan juga kultur serta adat budaya asli Indonesia yang justru melarangnya, seperti pernikahan sejenis yang dilakukan oleh pasangan Joe Tully dan Tiko Mulya di Bali.

“HAM itu bukan tak terbatas. Ada batasannya, ya. Saya kira UU sudah cukup tegas, harus dipeluk kedua mempelai, enggak ada agama di Indonesia yang melegalkan itu (pernikahan sejenis),” kata Kiai.

Kiai Malik menegaskan, tidak ada agama apapun di Indonesia yang mengakui pernikahan sejenis. Dia juga mengingatkan bahwa perilaku menyimpang yang dilakukan dua pasangan sejenis itu, harus segera diakhiri dan ditindak tegas oleh pemerintah.

Tujuannya agar tak terulang dan memberi efek jera bagi lainnya. Justru jika praktik itu dibiarkan, kata Kiai Malik, negaralah yang melanggar HAM.

Nah, persoalannya sekarang tinggal penegakannya saja. Itu pelecehan yang harus segera diakhiri, saya kira dengan kasus itu selayaknya negara hadir, bukan untuk melanggar HAM, tapi untuk menegakkan HAM,” tandasnya.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: