Pertempuran abadi antara wali-wali Alloh dari kalangan orang-orang yang beriman melawan wali-wali setan dari kalangan orang-orang kafir berlangsung terus-menerus hingga hari Kiamat. Mereka berusaha keras untuk memusuhi orang-orang yang beriman kapapanpun dan dimanapun berada. Mereka berbuat tipu daya, makar, dan menyesatkan kaum mukminin agar keluar dari jalur kebenaran, meninggalkan ajaran agama mereka, mengikuti tradisi orang-orang kafir, dan menggiring mereka ke pintu-pintu neraka jahannam.

Sejarah membuktikan bahwa orang-orang kafir Quraisy berusaha semaksimal mungkin menghentikan dakwah Rosululloh .

Berkaitan tentang makar dan tipu daya orang-orang kafir Quraiys kepada Rosululloh , Alloh berfirman di dalam al-Qur’an Surat al-Anfal ke 30;

 

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Alloh menggagalkan tipu daya itu. Dan Alloh Sebaik-baik pembalas tipu daya.”

 

 

Berkaitan dengan ayat ini, Imam Ibnu Katsir berkata, “Tatkala kaum Quraisy tidak berdaya dalam menghadapi dakwah Rasulullah saw, maka mereka beperkara, berkumpul di Darun Nadwah, dan berseminar. Maka, di antara mereka ada yang menyarankan agar Nabi ditahan dibelenggu, lalu mereka menanti peredaran masa hingga tewas. Iblis –sebagaimana dikisahkan– ikut bersama mereka dengan cara tampil sebagai sosok Syekh Nejed yang memberi nasihat. (Seolah-olah penduduk Nejed dikenal sebagai pemberi nasihat dan pemilik pandangan yang bijak. Setan tampil dalam gaya mereka agar dia disangka sebagai orang Quraisy yang akan menasihati mereka dan mereka menjadi tenteram terhadap pandapatnya).

 

Setelah iblis mendengar saran dari seseorang untuk membelenggu Nabi , maka musuh Allah itu berteriak, “Yang demikian itu bukanlah pandangan.” Di antara mereka ada yang menyarankan agar dia diusir sehingga mereka tenang. Iblis pun menolak pandangan ini. Kemudian, bangkitlah Abu Jahal, semoga Allah melaknatnya, dan menyarankan agar setiap kabilah mengirimkan seorang pemuda yang gagah, terampil, dan gesit. Kemudian, setiap pemuda diberi pedang yang tajam. Kemudian, mereka menebas Muhammad sebagai tebasan seseorang.

Jika mereka telah membunuhnya, darahnya dibagikan kepada seluruh kabilah. Saya (Abu Jahal) mengira penduduk Bani Hasyim tidak akan sanggup untuk memerangi seluruh kabilah Quraisy. Jika mereka melihat keadaan demikian, maka mereka akan berpikir logis dan kita pun menjadi tenang dan terhindar dari gangguannya.

 

Iblis berkata, “Demi Allah, inilah pendapat seorang pemuda. Pendapat lainnya bukanlah pendapat.” Maka, mereka pun bubar, lalu mengumpulkan pemuda untuk membunuh Nabi . Jibril menemui Nabi dan menyuruhnya agar tidak menginap di rumahnya

 

pada malam itu. Pada saat itulah, Allah mengizinkannya untuk pergi. Setelah beliau tiba di Madinah, Allah menurunkan surah al-Anfal yang mengingatkan kepada nabi akan nikmat-Nya yang telah dianugerahkan kepadanya dan ujian yang ada di sisi-Nya, “Dan ketika orang-orang kafir memikirkan muslihat agar mereka dapat memenjarakanmu, mengusirmu, atau membunuhmu. Mereka melancarkan makar dan Allah menggagalkannya. Allah adalah sebaik-baiknya Pembalas tipu daya.” Peristiwa itu disebut peristiwa az-Zahmah,yaitu peristiwa penyatuan pandangan.

 

    Orang-orang kafir tidak henti-hentinya menimbulkan kemudhorotan atau mara bahaya kepada kaum muslimin. Mereka merasa gembira melihat penderitaan kaum muslimin. Mereka pun sangat membenci kepada kaum muslimin. Kebencian mereka nampak pada kata-kata yang dilontarkan oleh mulut-mulut mereka berupa celaan, hinaan, dan olokan yang menyakiti kaum muslimin. Tidak hanya itu, bahkan apa yang disembunyikan di dalam hati mereka lebih besar lagi. Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam al-Quran Surat Ali Imron ayat 118, berikut ini:

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil menjadi teman kepercayaan kalian orang-orang yang, di luar kalangan kalian (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami), jika kalian memahaminya.”

 

Berkaitan dengan ayat ini, Syekh Sa’di berkata, “Ini adalah peringatan Alloh buat hamba-hamba-Nya dari menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, menjadikan mereka sahabat terpercaya, kolega dan teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Alloh menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka anti dari mengambil orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, yaitu bahwasanya mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudhorotan bagi kalian. Mereka berusaha dan tidak pernah lelah dalam mengakibatkan kemudhorotan bagi kalian dan sesungguhnya telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ucapan-ucapan sinis mereka, juga kebencian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi dari apa yang dinampakkan oleh mereka dalam perkataan maupun perbuatan mereka.”

 

Demikianlah pembahasan tentang mereka adalah musuh. Semoga kita semua semakin waspada menghadapi musuh kita dari kalangan orang-orang kafir.

 

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Lanjut ke link http://fajribandung.com/mereka-adalah-musuh-abadi-2/

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: