Majelis Ulama Indonesia menegaskan akan selalu netral dan menampung serta menyampaikan aspirasi umat Islam terkait permasalahan di masyarakat dan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi. Ia mengakui banyak sekali kalangan yang menilai bahwa MUI berpihak pada pemerintah karena ketua umum nonaktifnya, Ma’ruf Amin menjabat sebagai wakil Presiden.

Menurut Muhyidin, Justru karena ketum noaktif MUI adalah wakil presiden, maka MUI dituntut untuk aktif dan kreatif menjaga nama besar MUI. Dia menegaskan bahwa MUI bukan juru bicara pemerintah, tetapi juru bicara umat Islam.

Muhyiddin mengatakan, lembaga yang didirikan pada 1975 itu menaruh perhatian serius pada beberapa undang-undang yang sedang dibahas antara pemerintah dan DPR RI.

Muhyiddin menjelaskan MUI menjadi saluran umat dan sejumlah ormas Islam untuk menyampaikan suara dan keresahan atas kebijakan yang tidak prorakyat. Seperti yang diketahui, MUI telah mengeluarkan maklumat yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP.

MUI juga memastikan akan terus memantau sejumlah RUU yang dibahas di DPR, seperti Omnibus Law Cipta Kerja. RUU tersebut dianggap sangat merugikan kepentingan umat Islam. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: