klik link http://fajribandung.com/taaruf-melalui-facebook-sah/

klik link http://fajribandung.com/mau-pedekate-ama-dambaan-hati-ini-tata-cara-syariinya/

 

Begitu banyak muda mudi saat ini menyia-nyiakan watunya hanya dengan bersenang-bersenang dengan yang namanya pacaraN padahal hal tersebut dilarang oleh agama sebab“Pacaran Merupakan jalanMenuju Perzinaan” yang dilarang.

Pada saat ini kebanyakan sahabat muda-mudi bercampur baur dalam melaksanakan aktifitas mereka. Bahkan mereka dengan bangga duduk-duduk berduaan di tempat-tempat yang sunyi alias berpacaran. Banyak sekali kasus zina berawal dari tindak tanduk perkenalan diri lewat pacaran.

Pacaran adalah pintu kemaksiatan atau jalan menuju perzinaan? Yang diawali dengan kenalan dan pada akhirnya mengakibatkan perzinaan yang tidak disangka-sangka dari awal hanya karena alasan membuktikan cinta yang sebenarnya padahal hakekatnya ini adalah tipuan dari setan durjana yang selalu menghiasi kemaksiatan dengan kata-kata indah.

Alloh berfirman dalam surat al-Isro ayat 32:

Janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan dan sangat buruk.

Seorang ulama yaitu Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani dalam kitabnya Fathul Qodir menjelaskan bahwa “Allah melarang hamba-hambanya untuk tidak mendekati zina Oleh karenanya walaupun hanya sekedar mencium lawan jenis hal itupun terlarang karena segala jalan menuju sesuatu yang haram maka jalan tersebut juga menjadi haram Itulah yang dimaksud dengan ayat tersebut.

 

Banyak muda-mudi yang belum memahami makna dan isi kandungan ayat tersebut. Allah menjelaskan kepada hambanya melalui ayatnya dengan singkat namun maknanya begitu luas. Ayat ini menjelaskan bahwa pacaran atau berdua-duaan antara lawan jenis yang bukan mahram itu terlarang apa lagi sampai saling bersentuhan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan imam Ahmad Nabi bersabda

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya”

Dan hadits yang di riwayatkan oleh Muslim bahwa Nabi bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat Zina kedua telinga dengan mendengar, Zina lisan adalah dengan berbicara, Zina tangan adalah dengan menyentuh, Zina kaki adalah dengan melangkah, Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan, Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”

 

Artinya menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom termasuk keharaman karena dinamakan dengan zina yang juga haram

Penjelasan di atas sebenarnya sudah cukup bagi kita khususnya muda mudi bahwa hukum pacaran itu terlarang alias haram. jika duduk merapat, berangkulan, dan sejenisnya yang dilakukan oleh laki perempuan yang bukan mahromnya yang belum diikat tali pernikahan saja sudah tidak boleh dan dilarang oleh ajaran Islam, maka bagaimana jika lebih dari itu?

Namun inilah yang disayangkan tersebar luas di kalangan muda-mudi. Mereka begitu mudahnya membuktikan cinta namun dengan jalan yang keliru yaitu dengan “sex before marriage (seks bifor merid) atau istilah kerennya adalah dengan “making love (meking lov) alias berhubungan intim. Sekeren apapun namanya namun hakekatnya tetap sama yaitu menerjang larangan Allah dengan melakukan dosa besar yaitu zina. Inilah yang dikatakan oleh mereka-mereka sebagai pembuktian cinta, Inilah yang katanya cinta sejati. Padahal, bagaimana mungkin zina dinamakan cinta sejati sedangkan terdapat pelanggaran terhadap larangan Allah yang termasuk dosa besar?

Dalam surah Al Furqon ayat ke enam puluhdelapan, Alloh berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

“Orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar dan tidak berzina barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat pembalasan dosanya.

Artinya orang yang melakukan kesyirikan, pembuhuhan tanpa hak dan zina, ia akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.

 

Meski larangan-larangan zina dalam berbagai dalil tersebut begitu tegas dan ancamannya begitu berat ternyata banyak remaja yang terjebak dalam perbuatan keji tersebut. Survey data yang diperoleh dan dipublikasikan oleh banyak kalangan semakin membuat hati miris yang menunjukan betapa akhlak dan kepribadian para pemuda sudah rusak.

Mereka yang melakukan pacaran biasanya berargumen atau memberikan alasan bahwa seks sebelum nikah adalah bukti cinta sejati. Logika mereka yang namanya cinta itu butuh pengorbanan. Padahal ini adalah rayuan iblis dan alasan yang dibuat-buat untuk memperturutkan hawa nafsu rendah mereka.

Sebaiknya seorang pemuda yang sudah berhasrat memiliki pasangan hidup, dia harus segera menikahi wanita pilihannya. Dengan demikian diapun akan memperoleh pertolongan dari Alloh. rosululloh bersabda:

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ

“Tiga orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah yaitu orang yang berjihad di jalan Allah budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya dan orang yang menikah yang ingin menjaga kehormatan dirinya (H.R tirmizi dengan derajat hasan sohih)

solahudin

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

 

%d blogger menyukai ini: