Di antara ritual kesyirikan mistik yang mengerikan adalah pemujaan terhadap setan dengan beragam bentuknya. Pemujaan adalah mempersembahkan sesuatu dalam bentuk apapun kepada setan dari bangsa jin untuk mencapai tujuan tertentu. Sesuatu yang dimaksud di dalam pemujaan tersebut sangat beragam. Bisa jadi berupa tumbal, sesajen, atau benda dan ritual tertentu untuk ritual pemujaan setan. Semua hal tersebut adalah syarat mutlak dalam pemujaan setan. Bahkan, seringkali syarat pemujaan tersebut adalah sesuatu yang menistakan agama seperti mengencingi Al-Qur’an, menulis al-Qur’an dengan darah haid dan kotoran serta berzina berkali-kali. Naudzu billahi min dzalik.

 

Ritual pemujaan setan adalah bentuk kesyirikan nyata yang tidak ada keraguan padanya. Tidak ada perbedaan pendapat di antara kaum muslimin tentang ke kufuran amal tersebut. Berikut ini adalah beberapa ragam ritual mistik pemujaan setan yang merebak di masyarakat.

  1. Sesajen

Sesajen hakikatnya merupakan ritual pemujaan terhadap setan. Sesajen adalah pemberian sesajian-sesajian sebagai tanda penghormatan atau rasa syukur terhadap semua yang terjadi di masyarakat sesuai bisikan ghaib yang berasal dari paranormal wangsit, ilham, atau petuah-petuah tukang sihir dan dukun yang berasal dari setan.

Sesajen merupakan warisan budaya Hindu dan Budha yang biasa dilakukan untuk memuja para dewa, roh tertentu atau penunggu tempat (pohon, batu, persimpangan) dan lain-lain. Dengan sesajen tersebut mereka meyakini akan dapat mendatangkan keberuntungan dan menolak kesialan.

Ritual sesajen banyak sekali seperti sesajen sawah menjelang panen yang mereka persembahkan kepada Dewi Sri (Sesajen ini masih dipraktekkan di sebagian daerah Solo dan sekiratnya), upacara Nglarung ke laut yang masih banyak dilakukan oleh mereka yang tinggal di pesisir pantai selatan pulau Jawa tepatnya di tepian Samudra Indonesia. Atau sesajen untuk penunggu pohon, jembatan, rumah tua, gunung, dan lain-lain.

 

Sesajen ini memiliki nilai yang sangat sakral bagi pandangan masyarakat yang masih mempercayainya, tujuan dari pemberian sesajen ini untuk mencari berkah atau menolak bahaya. Pemberian sesajen ini biasanya dilakukan di tempat-tempat yang dianggap keramat dan mempunyai nilai magis yang tinggi. Di dalam Islam, sesajen adalah kemusyrikan dan penyekutuan Alloh dengan jin dan setan yang sangat lemah.

  1. Kurban dan Tumbal

Tumbal dan kurban adalah bentuk ritual mistik untuk menyembah setan. Tumbal yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang diserahkan kepada setan sebagai korban untuk mencapai keinginan tertentu. Tumbal ini berkaitan erat dengan dunia mistik sehingga sangat susah dibuktikan dengan logika. Tumbal dan kurban biasanya dengan hewan seperti kerbau, ayam cemani, kucing, ular, kalajengking dan lain-lain. Bahkan manusia seringkali dijadikan tumbal dalam penyembahan terhadap setan. Hal ini sudah lumrah dilakukan bukan hanya di Indonesia saja.

Di Tanzania, penduduk mayoritasnya adalah para kulit hitam hitam. Namun, kelahiran manusia albino atau kelainan pigmen kulit terjadi pada 200 ribu orang. Orang albino ini disebut Muzungu atau Zeru Zeru yang berarti hantu. Orang albino ini seringkali diburu dan dibunuh karena suruhan dukun. Siapa saja yang berhasil membunuh orang albino, dipercaya bakal jauh dari sial. Selain itu, membunuh albino juga bisa membuat penyakit yang diderita akan sembuh. Para pembunuh albino juga diyakini memiliki ilmu menghilang.

Terkadang, tubuh si albino ini juga diperjualbelikan sebagai tumbal. Terutama mereka yang cacat seumur hidup. Harganya tak tanggung-tanggung, yakni hampir satu milyar rupiah untuk satu orang tumbal. Mengambil salah satu bagian tubuh albino pun dipercaya bisa memberikan kesaktian. Tak hanya dibunuh secara sadis, para penderita kelainan pigmen kulit ini juga dikubur hidup-hidup.

Di Chile sejak tahun 1960 sering terjadi gempa. Karena hal ini, akhirnya suku Indian Mapuche merasa harus mengorbankan bocah usia 5-6 tahun. Hati bocah ini diambil dan dilarung ke laut sebagai tumbal.

Adapun di Indonesia, hampir setiap tahun kita menyaksikan masyarakat pesisir pantai selatan Jawa memberikan kepala kerbau kepada jin laut selatan.

Berkaitan dengan ritual tumbal, nabi menjelaskan dengan tegas keharamannya. Nabi bersabda:

وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّه

Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR. Muslim no. 1978)

Allah Ta’ala juga berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS. Al An’am: 162).

 

Makna nusuk di dalam ayat tersebut  adalah sembelihan. Di dalam ayat ini masalah nusuk digandengkan dengan perkara shalat. Sebagaimana seseorang tidak boleh shalat kepada selain Allah, begitu pula dalam hal menyembelih tidak boleh diberikan kepada selain Alloh .

 

Pemujaan setan ini hari ini semarak juga di kalangan para artis. Pemuja Setan ini menebarkan Simbol-simbol “Persaudaraan” untuk mendapatkan dukungan atas keinginannya. Dengan isyarat-isyarat tangan simbol satanisme mereka tampil di media massa. Banyak Presiden, Gubernur dan Bupati akan menggunakan symbol-simbol Illuminati sebagai sebuah “Kode” persekutuan dan permohonan dukungan kepada gerakan Pemuja setan ini. Jadi, janganlah heran jika Anda melihat misalnya pemimpin dan petinggi negara membuat gerakan-gerakan rahasia seperti yang dilakukan Obama, Bush, Bill Clinton dan orang kafir lainnya.

 

Jadi, kurban dan tumbal adalah ritual pemujaan setan yang jelas kesyirikannya. Bahkan ritual tersebut justru akan mengundang petaka dan bencana. Alloh berfirman:

 

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

 

Musibah apa saja yang menimpa kalian maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahan kalian.” (QS. Asy Syuraa: 30)

 

Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan:

 

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi)

Ibnu Rojab Al Hambali juga mengatakan: “Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa.” (Latho’if Ma’arif)

 

Semoga Alloh menyelematkan umat islam dari berbagai ritual penyembahan setan. Amin.

Ust. Hawari

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

 

%d blogger menyukai ini: