Aktivis di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon telah melakukan aksi protes yang ketiga pada hari Rabu kemarin. Mereka menuntut dipindahkan ke negara ketiga.

Para peserta, yang berkumpul di Lapangan Martir di pusat kota Beirut, membawa bendera Palestina, Kanada, negara-negara Eropa dan Australia. Mereka menganggap negara-negara ini membuka pintu bagi para imigran Palestina. Hal ini sebagaimana diungkapkan Komite Dialog Libanon-Palestina.

Ratusan orang ikut ambil bagian dalam protes tersebut. Sebelumnya, dua aksi protes telah diselenggarakan oleh Pemuda Palestina di luar Kedutaan Besar Kanada di Lebanon.

Salah satu peserta mengatakan bahwa Kehidupan di Lebanon menjadi sangat sulit. Badan bantuan PBB untuk palestina telah membatasi layanannya. Sementara  Lebanon mencegah pengungsi Palestina bekerja.

Menteri tenaga kerja Libanon telah meluncurkan rencana untuk memerangi pekerja asing, yang menargetkan pengungsi Palestina dan Suriah. Ini menyebabkan kampanye protes massa di kamp-kamp Palestina. Komunikasi semakin intensif antara para pemimpin di kamp-kamp Palestina dan pihak Lebanon untuk meredam dampak dari keputusan tersebut. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: