Puluhan warga etnis Rohingya yang telah lama bertahan di kapal motor dievakuasi ke daratan pantai. Asisten 2 Pemerintah Aceh Utara, Risawan Bentara mengatakan sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi mengenai tempat penampungan para pengungsi di kawasan Peunteut Kota Lhokseumawe. Hal ini diungkapkan risawan saat dihubungi dari Banda Aceh Kamis kemarin.

Pengungsi etnis rohingya dievakuasi puluhan warga Lancuk, mengingat otoritas setempat begitu lama mengambil kebijakan terkait tindak lanjut terhadap 94 pengungsi Rohingya yang telah bertahan di laut sejak Rabu sore.

Risawan menjelaskan para pengungsi tersebut lebih baik dibawa ke Peunteut, ketimbang ditempatkan mengungsi dalam tenda yang didirikan kawasan Pantai Lancuk.

Menurutnya, tempat penampungan milik Imigrasi di Penteut bisa dibersihkan serta dipasang lampu penerang, dan sudah langsung dapat digunakan.

Risawan menyebut etnis Rohingya merupakan pengungsi internasional, sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum memutuskan evakuasi ke daratan. Kendati demikian, sejak kemarin pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke pengungsi Rohingya saat bertahan di atas kapal motor nelayan yang berjarak sekitar satu mil dari Pantai Lancuk. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: