Oleh : Miftah Wangsadanureja, M.Pd.I

(Disampaikan pada acara aqiqah cucu nya abu dan ummu Kaffa Pendengar Radio Fajri Bandung, Ahad 6 September 2015)

 

Mukadimah

Anak adalah amanat yang harus di jaga, dia permata yang sangat berharga. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua untuk menjaga amanahnitu dengan sebaik mungkin. Mulai dari memenuhi kebutuhan sandang pangannya sampai kepada pebekalan pendidikannya, terutama pendidikan imaniyyah dan ini yang paling penting. Sebab Rasulullah Saw bersabda :

“Tiada suatu pemberianpun yang lebih utama dari orangtua kepada anaknya, selain pendidikan yang baik.” (sanadnya shahih meskipun bukhari dan muslim tidak menengahkannya. Baihaqi menegahkannya dalam kita sunanul Kubronya, dan juga Tirmidzi hadits no 1952 dan musnad Ahmad juz 4 Halm. 14977)

Dan tidak ada pendidikan yang paling baik selain pendidikan Agama.

Sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pendidikan anak yang memang ini merupakan salah satu hal dalam memelihara dan menjaga mutiara hati kiat itu, maka perlu kita sampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan tentang menjaga buah hati kita tersebut.

 

  1. Berdoa sebelum kelahirannya.

 

Maksud dari berdoa sebelum kelahirannya adalah, hendaklah seorang ayah atau ibu selalu mendekatkan diri kepada Alloh Swt. Sebab bisa jadi kesolehan anak kita memang ada bawaan dari tabiat ayah ibunya. Meskipun kita sadar tidak ada istilah sholeh turunan, sebab keimanan dan kesholehan merupakan hasil tempaan dan perjuangan seorang Hamba kepada Rabbnya sehingga diapun mendapatkan hidayah dari-Nya.

Maka yang dipersiapkan oleh setiap orang tua adalah berdoa dengan doa-doa kebaikan bagi anaknya. Hal ini sebagaimana bimbingan rasulullah Saw kepada kita semuanya, yaitu pada saat beliau pergi ke thaif dan diusir bahkan beliau mendapatkan hinaan serta cercaan disertai dengan lemparan batu, maka melihat hal itu malaikat penjaga gunung menawarkan kepada beliau untuk ditimpahkan kepada bangsa Thaif itu adzab atau balasn apa yang telah mereka lakukan kepada Nabi dengan menjatuhkan dua bukit Makkah kepada mereka, tetapi beliau menjawab seraya bersbda……


“Aku berharap Semoga Alloh mengeluarkan dari sulbi mereka orang-orang yang mau menyembah Alloh semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apappun. (HR. Bukhari no 2992 dalam kitab Bad-ul Kholqi, dan Muslim no 3352 dalam kitab Jihad wa syiar, dan lain-lain.)

Dalam hadits ini ada makna yang tersirat, yaitu kita harus berdoa kepada anak kita semenjak mereka masih berada dalam sulbi ayahnya, maka ada doa-doa yang dianjurkan oleh Nabi kita yang mulia salah satunya adalah dengan doa: Robanna hablannna min ajwaazina wa dzuriyatinna qurota a’yun waj alna min muttaqiiena imama…. Terjemah bebas dari doa tersebut adalah Ya Robb kami jadikanlah istri-istri dan keturunan kami yang menyenangnkan pandangan mata dan jadikanlah mereka imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Kemudian yang penting diingat oleh setiap orangtua adalah berdoa sdebelum bersetubuh dengan doa : Bismillahi, Alloohumma janibnassathoon wa jannibi syaithoona ma rozaqtanaa’ (Dengan Menyebut Nama Alloh, Ya Alloh hndarkanlah kami dari gangguan setan dan hindarkan pula anak yang akan engkau anugerahkan kepada kamidari gangguan setan) kemudain dilahirkan dari keduanya seorang anak, maka selamanya setan tidak akan dapat mengganggunya.” (HR. Mutafaqun Alaih)

Dalam hadits ini terkandung anjuran hendaklah setiap kita selalu memiliki karakter yang bersifat robbani dengan harapan anak-anak kita nanti menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah serta bermanfaat bagi kemaslahat dunia dan akheratnya.

 

  1. Merayakan kelahirannya dengan Aqiqah.

Aqiqah merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Alloh Swt, lebih daripada itu aqiqah merupakan sebuah syariat yang harus dijalankan bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Hal ini pun termasuk kepada salah satu bentuk penjagaan orangtua kepada anaknya. Rasulullah bersabda…..

“Setiap bayi digadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama.”

Adapun binatang yang disembelih untuk acara aqiqah ini adalah kambing, hal ini merujujuk kepada dalil nabi dari Ummu Kurz Rhodiyallohanha yang bertanya kepada Nabi Saw tentang aqiqah, Maka Saw pun menjawab :

 

“Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing (yang sama besarnya); untuk bayi perempuan seekor kambing, baik kambing jantan maupun kambing betina, semua boleh tidak menyulitkan kalian” (HR. Tirmidzi, Kitababul Adhani no 1435, Ia mengatakan bahwa hadits ini kalau tidak Hasan, shahih predikatnya.)

Banyak faidah yang terkandung pada acara aqiqah ini, diantaranya adalah slah satu bentuk kurban yang akan mendekatkan diri kita kepada Alloh Swt. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim Rhm yang mengatakan bahwa menyembelih aqiqah karena kelahiran anak mengandung pengertian qurban, syukur atas nikmat,member makan, bersedekah, dan menjamu orang lain saat menapatkaan hal yang menggembirakan.

Faidah selanjutnya, syariat aqiqah ini adalah untuk menandingi ritual-ritual mistik jahiliyah. Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Buraidah yang telah mengatakan bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hal berikut : “Dahulu pada masa jahiliyyah apabila bayi seseorang diantara kami baru dilahirkan, kami menyembelih kambing dan melumurkan darah kambing itu ke kepala bayinya. Setelah Allah menurunkan agama Islam, maka kami diperintahkan untuk menyembelih kambing dan mencukur rambutnya serta melumurinya dengan miyak za’faran.” (Abu Dawud, Kitabudh Dhahaya no 2460)

 

  1. Memberi nama yang baik.

Pemberian nama yang baik juga merupakan salah satu anjuran yang diteknkan dalam agama islam. Kalau ada pepatah apalah artinya sebuah nama tentunya ini sangat bertentangan dengan slogan agama kita. Rasulullah Saw bersabda :

 

“Nama yang paling disukai oleh Alloh adalah Abdulloh dan Abdurrahman, dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedang nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murroh (Pahit). (HR. Abu dawud.

 

  1. Memberikan pendidikan agama.

Sebenarnya masih banyak poin-poin penting dalam penjagaan anak kita ini, selalin dari hal-hal yag disebtkan diatas ada juga poin-poin lainnya seperti mengkhitan anak, memanggil dengan julukan yang baik dan yang lainnya. Akan tetapi penulis disini langsung kepada poin tentang pemberian pendiidkan agama sebagaimana yang telah disinggung diatas tadi.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.

“Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya, maka hanya kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, seorang Nasrani, atau seorang Majusi.” (HR. Bukhari juz 1 hal. 1292 dan yang lainnya)

Kalau kita mau mengambil sebuah ilustrasi dari hadits tersebut, maka seorang anak bagaikan gelas kosong yang siap diisi oleh air apapun. Oleh karena itu kewajiban seorang ayah dan ibu adalah mengisinya dengan air-air yang jernih sehat menyehatkan.

Berbicara tentang materi pendidikan anak sangat banyak sekali, disini penulis hanya ingin sedikit mengingatkan saja bahwa materi urgent yang harus disampaikan pada fase perkembangan anak yaitu sekitar umur 3 sampai 10 tahun pertama adalah :

  1. Tauhidulloh, Mengenal Allah dengan baik dan benar
  2. Mengenal Nabi Muhamaad Saw
  3. Menjalankan Syariat Islam, seperti mengajarkan bacaan-bacaan sholat, mengaji dan lain-lain.
  4. Mengajarkan bagaimana berbakti kepada orang tua
  5. Mengajaknya olah raga, seperti berkuda, berenang, memanah dan berlari. Hal ini supaya mereka menjadi generasi yang sehat fisiknya, kuat tenaga dan pikirannya. Bukan menjadi anak-anak yang cengeng dan pemalas.

 

Sebagai kesimpulan pada catatan kecil saya ini, mari kita menjaga dan merawat permata hati kita dengan baik dan benar sesuai dengan yang telah Allah dan Rasulnya anjurkan. Mereka adalah investasi akherat kita, rugi dan untungnya, selamat dan celakanya, mereka adalah surga dan neraka nya kita……

Wallahu a’lam

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

 

%d blogger menyukai ini: