Pertempuran kembali meningkat di beberapa wilayah Afghanistan utara beberapa hari terakhir. Eskalasi ini terjadi setelah runtuhnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Taliban yang bertujuan untuk menyetujui penarikan ribuan tentara Amerika.

Sumber-sumber pejabat pemerintah mengatakan, pertempuran meletus di 10 provinsi. Pertempuran paling sengit terjadi di provinsi utara Takhar, Baghlan, Kunduz dan Badakhshan, di mana pasukan keamanan berada di bawah tekanan dari Taliban.

Kementerian Pertahanan mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan keamanan berhasil merebut kembali daerah Kran dan Mangan di Badakhshan. Taliban merebut daerah itu pada Juli lalu dan memperoleh penghasilan besar dari cadangan lapis lazuli yang luas.

Namun di provinsi tetangga, Takhar, pejabat setempat mengatakan pasukan pemerintah mundur pekan ini dari Yanji Qala dan Darqad sementara pertempuran berlanjut di dua daerah lainnya.

Pertempuran baru-baru ini menyoroti eskalasi kekerasan menyusul pembatalan pembicaraan Presiden Amerika serikat, Donald Trump dengan Taliban.

Tramp membatalkan negosiasi dengan alasan Taliban tidak menyetujui gencatan senjata dan atas penyerangan lanjutan yang menewaskan seorang tentara Amerika di Kabul pekan lalu. Sementara Taliban mengatakan keputusan itu akan menyebabkan lebih banyak kematian orang-orang Amerika.

Sebagai tanggapan, seorang jenderal senior Amerika mengatakan militernya kemungkinan akan mempercepat operasinya di Afghanistan untuk melawan meningkatnya serangan Taliban. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: