Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh.

Alhamdulillah, wa sholatu wassalamu a’la Rosulillah Sallallohu alaihi wasallam , wa ba’du.

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, kita akan membahas tentang Pilar-Pilar Keluarga Islami. Semoga dengan pembahasan ini bisa memicu dan memacu kita untuk membina keluarga menjadi keluarga Islami yang penuh dengan sakinah, mawaddah dan rohmah.

Ada beberapa pilar yang harus ditegakkan seorang muslim ketika hendak membangun keluarga yang islami.

 

Pilar pertama, Memilih pasangan hidup yang sholih atau sholihah.

 

Syari’at Islam menganjurkan kepada laki-laki muslim yang hendak menikah untuk memilih calon istri yang sholihah, yaitu wanita yang taat kepada Alloh dan juga taat kepada suaminya. Demikian pula wanita, hendaknya memilih seorang pria yang sholih bukan semata-mata karena harta dan penampilannya.

Mengapa harus kesholihan yang menjadi pilihan utama? Bukan harta, kedudukan, penampilan dan lainnya? Sebab, hal itu akan melahirkan akhlak yang mulia, tutur kata yang bijaksana, jiwa yang lembut, pengertian, sabar, mampu mendidik anak-anak dengan akhlak yang mulia, tidak banyak menuntut, tidak keluar rumah tanpa izin suaminya, dan seterusnya.

Rosululloh bersabda di dalam hadis riwayat Bukhori dan Muslim.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu beruntung.”

 

Pilar kedua adalah Iman dan amal sholih.

 

Pilar ini adalah pilar terpenting setelah seorang muslim menikah dan berkeluarga .Iman yang dimaksudkan adalah iman kepada Alloh subhanahuwata’ala, Iman kepada Malaikat, Rosul, kitab, hari Akhir dan taqdir.

Pilar Iman yang kokoh akan membentuk keluarga menjadi keluarga yang tangguh dan kuat. Pilar keimanan dan amal sholih akan mendorong keluarga saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Selain itu, keluarga yang dibangun dengan pilar iman dan amal sholih tidak akan menjadi keluarga yang rugi di dunia dan akhirat.

Pertanyaannya, sudahkah saat ini keluarga kita dibangun di atas pilar iman dan amal shlih ini? Jika belum, segera benahi pilar-pilar rumah tangga kita.

 

Pilar ketiga, Mencari lingkungan islami.

Lingkungan yang islami merupakan sarana yang sangat mendukung sebuah keluarga menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah. Sebaliknya, lingkungan yang buruk, akan menpengaruhi sebuah keluarga untuk berpaling dari ajaran Islam. Dalam hal ini Rosululloh sallallohualaihi wassalam bersabda dalam hadis riwayat Bukhori dan Muslim.

 

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

 

“Permisalan seseorang yang berteman dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”

 

Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahulloh berkata dalam Fathul Bari, “Hadis ini menunjukan larangan berteman dengan orang yang dapat merusak perkara agama dan dunia. Dan adanya dorongan untuk berteman dengan orang yang dapat memberikan manfaat pada perkara keduanya.”

Kemudian Pilar keempat adalah PendidikanIslami yang berkesinambungan.

Pendidikan Islami yang berkesinambungan sangat penting bagi setiap keluarga muslim. Pendidikan Islami akan mengarahkan anggota keluarga menuju surga yang dipenuhi kenikmatan abadi dan menjauhkan mereka dari api neraka Jahannam.

Keluarga muslim yang mendapatkan pencerahan ruhani Islam akan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Anak akan mengetahui hak-hak orang tua sehingga ia akan melaksanakan kewajibannya untuk berbuat baik kepada orang tua. Sebaliknya, orang tuapun akan mengetahui hak-hak anak.

Secara tegas Alloh subhanalloh memerintahkan kepada kepala keluarga agar membimbing istri dan anak-anaknya. Alloh berfirman di dalam surat at Tahrim ayat keenam.

$pkš‰r’¯»tƒtûïÏ%©!$#(#qãZtB#uä(#þqè%ö/ä3|¡àÿRr&ö/ä3‹Î=÷dr&ur#Y‘$tR…ÇÏÈ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka …”

Nabisallohu a’laihi wassalamjuga bersabda dalam hadis riwaya Bukhori:

 

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ … وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

“Kalian semua adalah pemimpin, dan setiap kalian akan mempertanggung jawabkan apa yang dipimpinnya,… seorang suami) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan dia akan dimintai pertanggung jawabannya. Demikian pula seorang wanita (istri) adalah bertanggung jawab terhadap rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung-jawabannya juga”

 

Pilar kelima adalah keteladanan yang baik.

Perbuatan dan perkataan ayah dan ibu merupakan cermin bagi anak-anaknya. Akhlak mulia dan sikap bijaksana yang terpancar darinya dalam kehidupan rumah tangga menjadi teladan baik bagi anggota keluarganya.

Adapun akhlak tercela dan sikap arogansi yang muncul dari ayah dan ibu akan melahirkan berbagai sikap negatif pada anak-anaknya. Mereka akan mudah melakukan pelanggaran syari’at Islam. Bahkan, ketika ditegur orang tua mudah sekali untukmengelak dari nasihat. Anak-anak pun tidak terlatih sejak dini untuk melakukan amal-amalketaatan. Pada akhirnya ketika dewasa mereka tidak tumbuh menjadi anak sholih.

Oleh karena itu, seyogyannya bagi orang tua hendaknya memberikan teladan baik di dalam perkataan dan perbuatan. Janganlah ia berkata kotor atau berbuat keji karena akan menjadi contoh bagi anak-anak mereka.

 

Pendengar yang budiman …

Demikianlah pilar-pilar utama membentuk keluarga islami. Pilar-pilar ini akan menjadi ilmu yang bermanfaat jika Anda sekeluarga menerapkannya di dalam keluarga Anda serta mendakwahkannya. Semoga Alloh subhanahu wata’ala menjadikan keluarga kita keluarga islami yang diridhai Alloh subhanahu wata’ala. Amin. Wallahu a’lam.

Ust. Hawari, Lc., M.E.I.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: