Kita ketahui kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah (surga) tidak akan dicapai oleh indera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun.

Demikianlah yang dikhabarkan oleh Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Huroiroh rodhiallohu anhu: “Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya):Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia.’ (HR. Muslim)

Kenikmatan-kenikmatan itu menggambarkan, rahmat Alloh subhanahu wa ta’ala itu betapa luas tanpa batas, bagaikan hamparan tiada bertepi, yang Alloh sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang sholih. Tapi itu bukan semata-mata hasil amal sholih yang dilakukan oleh seorang hamba, sekalipun ia seorang nabi. Bahkan Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam sebagai Imamul Anbiya’ (pemimpin para nabi), ia adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu al jannah, hal itu bukan semata disebabkan amal sholih yang ia usahakan, namun berkat rahmat Alloh subhanahu wa ta’ala.

Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya:` “Demikian juga engkau wahai Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Alloh  melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhori dan Muslim)

Adapun Ciri Fisik Penghuni surga memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;

Berperawakan seperti Adam. Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiallohu anhu, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Berusia masih muda. Dari shahabat Syahr bin Husyab rodhiallohu anhu, Rosululloh bersabda:

“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi)

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda;

Sesungguhnya laki-laki penduduk surga diberikan kekuatan 100 orang laki-laki dalam hal makan, minum, syahwat, dan jima”.

Seorang laki-laki Yahudi berkata: ‘Sesungguhnya orang yang makan dan minum tentu akan buang hajat’. Zaid berkata: Maka Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda kepadanya : ‘Hajat seseorang di antara mereka (penduduk surga) adalah keringat yang keluar dari kulitnya. Apabila telah keluar, perutnya akan kembali mengecil.’” (HR. Ahmad).

Dijawab oleh Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: