Klik link http://fajribandung.com/sebab-sebab-dosa-kecil-dihukumi-dosa-besar-bagian-1/

Sebab kedua adalah meremehkan atau menganggap kecil perbuatan dosa

Siapa saja yang meremehkan atau menganggap ringan dosa kecil biasanya tidak merasa bersedih hati atas perbuatan dosa yang dia lakukakan. Hal ini pada akhirnya menyebabkan orang tersebut mengulangi lagi perbuatan dosa yang pernah dia lakukan dan lama-lama akhirnya menjadi sebuah kebiasaan.

Terkait dengan meremehkan dosa, Imam Al-Ghazali rahimahulloh di dalam kitab Al-Arba’in fii Ushuulid Diin, halaman 226 berkata, ”Di antara sebab dosa kecil menjadi besar adalah seorang hamba menganggap remeh dosa tersebut dan tidak bersedih karena dosa yang pernah dia lakukan.”

Beliau rahimhulloh juga mengatakan di dalam kitab Ihya’‘ Ulumuddin, juz 4, halaman 32, ”Sesungguhnya dosa, selama seorang hamba menganggap perbuatan dosa tersebut sebagai sesuatu yang besar dari dalam dirinya, maka dosa tersebut akan menjadi kecil di sisi Alloh Ta’ala. Ketika dia menganggap dosa tersebut sebagai perbuatan yang besar, hal itu berasal dari larinya hatinya dari dosa tersebut dan kebencian hatinya terhadap dosa. Semua itu menyebabkan tercegahnya seorang hamba dari konsekuensi perbuatan dosa.

Adapun ketika dia menganggap remeh perbuatan dosa, hal itu bersumber dari kegemarannya berbuat dosa. Sehingga menimbulkan pengaruh yang sangat kuat di dalam hati.”

Inilah seharusnya yang dilakukan oleh seorang yang beriman.Yaitu, dia senantiasa takut dan selalu menjaga dirinya dari perbuatan maksiat, menganggap besar dosa kecil yang dialakukan dan lari serta menjauh darinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda di dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori berikut ini:

إِنَّ المُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ

“Sesungguhnya orang yang beriman melihat dosa-dosanya seperti ketika duduk di bawah gunung, dia takut kalau gunung tersebut jatuh menimpanya. Adapun orang yang fajir melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat (terbang) di depan hidungnya.”

Para sahabatNabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah generasi terbaik sepanjang masa dan zaman. Mereka adalah orang-orang yang bersemangat untuk beribadah kepada Alloh. Mereka adalah orang-orang bersegera menunaikan perintah Alloh dan menjauhi larangan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang paling menjauh dari perbuatan dosa, sekecil atau sebesarapa pun perbuatan dosa tersebut. Mereka tidak meremehkan dosa dan tidak menganggap ringan suatu dosa. Sikap mereka demikian karena mereka tidak melihat besar atau kecilnya dosa yang diperbuat akan tetapi kepada siapa mereka berbuat dosa.

Diriwayatkan Imam Bukhori, Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالًا، هِيَ أَدَقُّ فِي أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ، إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ المُوبِقَاتِ

“Sesungguhnya kalian melakukan suatu perbuatan yang lebih halus di mata kalian dibandingkan sehelai rambut, namun kami menilainya pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk dalam dosa yang membinasakan.”

Mengenai ucapan Anas bin Malik rodiyallohu ‘anhu ini, Ibnu Hajar rahimahullah berkata di dalam kitab Fathul Baari juz 11 halaman 330, ”Kalian melakukan perbuatan yang kalian anggap remeh, padahalperbuatan dosa tersebut besar atau dapat dihukumi sebagai dosa besar”

Wallahu A’lam

Lanjut ke link http://fajribandung.com/sebab-dosa-kecil-dihukumi-sebagai-dosa-besar-bagian-3/

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: