Pembaca yang budiman dimanapun Anda berada. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita bisa berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita kepada Alloh. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sumber agama Islam adalah Al-Qur’an danHadist.

Sesungguhnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah berpijak di atas prinsip-prinsip yang jelas dan kokoh, baik dalam perkara aqidah, ibadah, muamalah, akhlak maupun yang lainnya.Seluruh prinsip-prinsip yang agung ini bersumber pada kitab Alloh dan Sunnah Rosul-Nya dan dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat, tabi’in dan pengikut mereka yang setia.

 

Para ulama telah banyak membahas prinsip-prinsip dasar Ahlussunah dalam kitab-kitab mereka. Mereka telah menjelaskan dan merinci prinsip-prinsip tersebut secara jelas berdasarkan dalil-dalil yang kuat. Prinsip pertama yang akan kita bahas pada kesempatan yang berbahagia ini adalah sumber agama Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits.

Al-Qur’an merupakan petunjukAlloh yang sangat sempurna dan rahmat-Nya yang sangat agung. Sungguh tak ternilai betapa besarnya nikmat Alloh yang berupa al-Qur’an. Dengannya umat manusia dikeluarkan dari kegelapan menuju cahaya. Dengan al-Qur’an manusia mengetahui jalan keselamatan dunia dan akhirat. Ia adalah wahyu Ilahi yang bersih dari kesalahan, tali Alloh yang kokoh, dan jalan-Nya yang lurus. Barangsiapa yang berpegang teguh dengannya, maka ia terbimbing kejalan yang lurus. Barangsiapa yang berpaling darinya, maka ia pasti tersesat.

Demikian juga dengan as-Sunnah sebagai sumber kedua dalam Islam, ia merupakan penjelas al-Qur’an. Dengan berpegang teguh pada keduanya, maka umat manusia akan berada di atas kebenaran dan selamat dari kesesatan. Hal ini sebagai mana telah diwasiatkan oleh Rosululloh dalam sebuah sabdanya:

إِنِّيْ قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ، وَلَنْ يَتَفَرَّقاَ حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ

“Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika kalian berpegang teguh dengan keduanya: Kitabulloh dan Sunnahku. Keduanya tidak akan pernah berpisah hingga keduanya mendatangiku di telaga (al-Kautsar). ”(HR. al-Hakim dan Malik; dishohihkan al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi)

Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh keduanya adalah wahyu dari Alloh . Al-Qur’an wahyu dari Alloh baik arti maupun huruf-hurufnya, sedangkan Sunnah Rosululloh arti dan maknanya adalah wahyu dari Alloh yang disampaikan kepada kita dengan lafadz Rosululloh dan penerapannya. Keduanya datang dari Alloh dan keduanya dijaga oleh Alloh.

Dalil yang menunjukan bahwa al-Qur’an dan as-sunnah adalah wahyu, sebagaimana firman Alloh di dalam al-Qur’an Surat an-Nisa ayat ke 13, yaitu

وَأَنزَلَ اللهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا .

“Dan (juga karena) Alloh telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Sesungguhnya karunia Alloh sangat besar atasmu.”

Mengenai ayat ini, Syekh as-Sa’di mengatakan bahwa firman Alloh, ‘dan juga karena Alloh telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu, maknanya adalah Alloh telah menurunkan kepadamu al-Qur’an yang agung lagi bijaksana di dalamnya terdapat penjelasan tentang segala sesuatu dan pengajaran bagi generasi permulaan Islam dan masa yang akan datang. Maksud makna hikmah, bisa berarti as-sunnah. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salafus Sholih, ‘Sesungguhnya as-sunnah telah diturunkan kepada Nabi sebagaiaman al-Qur’an telah diturunkan kepadanya.’

Alloh juga berfirman dalam al-Qur’an surat an-Najm ayat ke 4,

إِنْ هُوَ إِلاَّوَحْيٌ يُوحَى

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Imam Ahmad, IbnuHibban dan At Tirmidzi serta dishohihkan oleh Syeikh Al Albani bahwaRosululloh bersabda;

اَلاَ اِنِّى اُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ

“Ketahuilah sesungguhnya aku diberikan Al-Qur`an dan yang sejenisnya (Sunnah) bersama-sama dengannya.”

Mengamalkan al-Qur’an dan as-sunnah merupakan sumber hidayah, kunci keselamatan, dan penjaga dari kesesatan. Para pengekor hawa nafsu dan pelaku kesesatan tidak mengindahkan pesan-pesan di dalam al-Qur’an dan as-sunnah sehingga mereka tersesat dari jalan Alloh dengan sejauh-jauhnya. Mereka membuat produk aqidah baru yang tidak bersumber dari ajaran Nabi Muhammad . Mereka menciptakan ibadah baru yang bertentangan dengan peribadahan Nabi . Semua itu dikarenakan mereka menuhankan hawa nafsu.

Alloh memberikan jaminan kepada siapa saja yang mengikuti al-Qur’an dan as-sunnah tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat. Hal ini sebagaimana firman-Nya di dalam al-Qur’an Surat Thoha ayat ke 123, yaitu:

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

Mengenai ayat ini Syekh Sa’di berkata, ‘Sesungguhnya barangsaiapa yang mengikuti petunjuk Alloh, berarti dia telah mengikuti apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, maka dia tidak akan tersesat dan celaka, baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan dia telah diberi petunjuk untuk meniti sirotul mustaqim dalam menempuh kehidupan di dunia maupun di akhirat. Tidak hanya itu, ia pun akan meraih kebahagiaan dan ketentraman di akhirat.’

Seluruh permasalahan agama mulai dari pokok agama sampai cabangnya, demikian juga yang telah dibutuhkan oleh seorang hamba dalam kehidupan dunia dan akhirat, maka al-Qur’an dan as-sunnah telah datang untuk menjelaskan itu semua. Ini adalah bagian dari rahmat Alloh kepada para hamba-Nya. Alloh menegaskan tentang kesempurnaan kitab-Nya sebagaimana firman-Nya di dalam al-Qur’an surat an-Nahl ayat 89, yaitu:

“Kami turunkan Al Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”

Mengenai ayat ini, Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa firman Alloh, ‘Kami turunkan Al Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu’, maka Ibnu Mas’ud berkata, ‘Segala ilmu dan segala sesuatu telah dijelaskan kepada kami di dalam al-Qur’an.’ Mujahid berkata, ‘Seluruh perkara halal dan haram.’ Maka beliau mengatakan bahwa pendapat Ibnu Mas’ud lebih umum dan komperhensif sebab al-Qur’an mencakup segala ilmu yang bermanfaat tentang kabar masa lalu, pengetahuan tentang apa yang terjadi di masa akan datang, hukum seluruh haram dan halal, dan segala apa yang dibutuhkan oleh manusia, baik urusan dunia ataupun akhirat mereka.

Sebelum Rosululloh wafat, Alloh telah menyempurnakan agama-Nya dan telah mencukupkan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Tidak boleh bagi seorang hamba untuk menambahi atau mengurangi sedikitpun syariat Islam yang telah sempurna ini. Tidaklah perkara yang halal dan haram melainkan telah dijelaskan di dalam al-Qur’an dan as-sunnah. Tidaklah permasalahan aqidah melainkan Alloh dan Rosul-Nya telah menjelaskannya secara gamblang dan jelas. Tidaklah perkara ibadah melainkan telah dirinci oleh Rosululloh bahkan beliau tidak segan-segan mempraktekkan tata cara ibadah di hadapan para sahabatnya. Dengan demikian kita sebagai umat Islam tidak boleh membuat perkara yang baru di dalam agama.

Alloh berfirman dalam al-Qur’an Surat al-Maidah ayat ke 3, yaitu:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagi kalian.”

Berkaitan dengan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Ini merupakan nikmat Alloh terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Alloh menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad . Oleh karena itu, Alloh menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidakada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidakada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya.Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali.”

TidaklahRosululloh  meninggalkan dunia ini melainkan telah meninggalkan kaum muslimin dalam jalan yang terang-benderang, malamnya seperti siangnya. Semua permasalahan yang dibutuhkan oleh hamba telah dijelaskan dalam syari’at Islam, sampai-sampai permasalahan yang dipandang remeh oleh kebanyakan manusia, seperti adab buang hajat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thobroni dengan sanad yang shohih dari jalur Abu Dzar bahwa dia berkata;

تَرَكْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي الْهَوَاءِ ، إِلا وَهُوَ يُذَكِّرُنَا مِنْهُ عِلْمًا ، قَالَ : فَقَالَ : صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ ، ويُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ ، إِلا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ.

“Rosululloh  meninggalkan kita, sedangkan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya di udara kecuali beliau telah menjelaskan kepada kami. Sesungguhnya Rosululloh  bersabda, ‘Tidak ada sesuatu pun yang mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah dijelaskan kepada kalian.’

 

Demikianlah pembahasan tentang al-Qur’an dan as-sunnah shohihah sebagai sumber hukum Islam. Semoga Alloh mengaruniakan hidayah kepada kita untuk mengikuti apa yang ada di dalam al-Qur’an dan as-sunnah. Amiin.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh…

Ust. Arifin, S.H.I.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: