SIAPA BILANG MAULID/ TAHLILAN/YASINAN/7 BULANAN/TABUR BUNGA TIDAK ADA DALILNYA ????????

Sedikit-sedikit minta dalil, sedikit-sedikit minta dalil !!!!!!

Ini dalil tahlilan/
maulidan/yasinan/7bulanan/selamatan!!!!

1.Dalil pengkhususan waktu selamatan kematian (1hari,3 hari,40 hari dstrsnya).

“Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh,empat puluh,seratus dan seribu”
(Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal.99,192,193).

Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut:

“Tuhan telah
menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara kurban telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.”
(kitab Panca Yadnya hal.26, Bagawatgita hal.5 no.39).

Perkataan ulama’:

“Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1,7,40,100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu”
(lihat kitab “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa).

2.Dalil selamatan (kenduri/kenduren): sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. Maksudnya:
“Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya untuk menjauhkan kesialan”
(kitab sama weda hal.373 no.10)

a.Dewa Yatnya (selamatan) Yaitu korban suci yang secara tulus ikhlas ditujukan kepada Sang Hyang Widhi dengan jalan bakti sujud memuji,serta menurut apa yang diperintahkan-Nya (tirta yatra) metri bopo pertiwi.

b.Pitra Yatnya Yaitu korban suci kepada leluhur (pengeling,eling) dengan memuji yang ada di akhirat supaya memberi pertolongan kepada yang masih hidup.

c.Manusia Yatnya Yaitu korban yang diperuntukan kepada keturunan atau sesama supaya hidup damai dan tentram.

d.Resi Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada guru atas jasa ilmu yang diberikan (danyangan).

e.Buta Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada semua makhluk yang kelihatan maupun tidak, untuk kemulyaan dunia ini.
(kitab Siwa Sasana hal.46 bab ‘Panca maha yatnya’ dan pada Upadesa hal.34).

APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU???:

#RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu

1.Percaya adanya sang hyang widhi.

2.Percaya adanya roh leluhur.

3.Percaya adanya karmapala.

4.Percaya adanya smskra manitis.

5.Percaya adanya moksa.

#PANCA SRADA punya rukun, yaitu:

•PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).

1.Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan,”memetri bapa kuasa ibu pertiwi“).

2.Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang DI TUJUKAN PADA LELUHUR).

3.Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang
ditujukan pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru,biasanya dipunden/ndanyangan).

Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu “SELAMATAN KHAUL”memperingati kiyainya/
gurunya & semisalnya,yang meninggal dunia.

4.Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut “ULANG TAHUN”).

5.Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang
ditujukan pada hari kebaikan), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam (jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut “selamatan MEGENGAN”.

AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU,yaitu:

Pertanyaan? orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya gentayangan?

Buka dalilnya DIKITAB SUCI UMAT HINDU dikitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu,dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra umanis (jum’at
legi) keris atau jimat di beri bunga & sajen sajen.

DEWA ASURA akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.

DEWA ASURA atau dikenal dalam masyarakat dengan nama BETHARAKALA, anak ontang anting harus diruwat (ritual dengan selamatan & sajen) karena takut betharakala,sendhang kapit pancuran (anak wanita diantara
kedua saudara kandung anak laki-laki)diruwat
karena takut betharakala,rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap utara & barat, karena takut celaka).

#AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU,yaitu:

Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.

2.NASI TUMPENG

Konsep dalam agama hindu: dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA WEDHA SMRTI ,BAGI ORANG YANG BERKASTA SUDRA (KASTA YANG RENDAH) YANG TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT PERSAKSIAN:
HOM SUWASTIASU HOM AWI KNAMASTU EKAM EVA ADITYAM BRAHMAN,

BAGI YANG TIDAK BISA MENGUCAPKAN KALIMAT DALAM BAHASA SANSEKERTA DIATAS SEBAGAI PENGGANTINYA
MAKA MEREKA CUKUP MEMBIKIN TUMPENG, BENTUKNYA ADALAH SEGITIGA,SEGITIGA YANG DIMAKSUT ADALAH TRIMURTI (SHIVA,VISHNU,
BRAHMA=>BRAHMAN)

ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA SANG HYANG WIDHI WASA,UMAT HINDU MENGATAKAN BARANGSIAPA YANG MEMBIKIN TUMPENG MAKA DIA SUDAH BERAGAMA HINDU.

Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng,dan di depan dewa brahma ada sajen sajen

3.Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan),karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa,dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung,pemberangkatan mayat
menggunakan sebar/sawur bunga,uanglogam,beraskuning, dll,lalu bunga di ronce (dirangkai dengan benang) lalu di taruh/dikalungkan di atas beranda mayat.

Hindu meyakini:

a.Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.

b.Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.

c.Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.

Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do’a (muspha/ trisandya) & pewangi.

4.KETUPAT Didalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang kerumah,sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.

Dengan penjelasan diatas maka teranglah bahwa ritual-ritual itu bukanlah sesuatu yang baru (bid’ah) dalam agama hindu,dikatakan bid’ah apabila itu dikerjakan oleh umat islam dan dianggap bagian dari ajaran islam.

Seperti yang kita ketahui agama islam lahir ribuan tahun setelah adanya agama hindu tersebut.Hanya saja beberapa “orang hindu” itu menggunakan kalimat TAHLIL (Laa ilaha illallah) atau membaca surat YASIN pada ritual-ritual tersebut.Jadilah serupa tapi tak sama dengan ajaran islam.

Islam tidaklah mengenal ritual-ritual tersebut,tidak ditemukan dalilnya baik didalam Alqur’an Al hadits maupun ijma’ para sahabat.meminjam istilah fiqih “laukana khairan Lasabaquunaa ilaihi” (kalaulah seandainya perbuatan/amal itu baik,tentulah
para sahabat mendahului kita mengerjakanya).

Islam adalah agama yang sempurna,tidak perlu lagi ditambah tambahi dengan syari’at baru, bahkan Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam mewasiatkan kpd kita agar menjauhi bid’ah dalam sabdanya:

“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan”.
(HR Abu Dawud,no.4607;
Tirmidzi,2676;Ad Darimi;Ahmad; dan lainnya)

“Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah kitabullah, sebaik baik petunjuk adalah petunjuk muhammad sholullah’alaihi wasalam,sejelek jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka”
(HR Abu dawud an-Nasa’i,Ahmad).

Kita tentu tak mau agama kita yang mulia ini mengalami nasib serupa seperti agama-agama samawi lainnya (Yahudi dan Kristen) dimana alasan adat budaya telah mengambil alih dalil-dalil utama kitab suci sendiri.Karena alasan menghormati leluhur dan budaya lokal.

Allah azza wajalla telah memperingati kita dalam firmanNya:

”Dan apabila dikatakan kepada mereka: ”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”.Mereka menjawab: ”(Tidak),tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”.Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”
(Qs.Al-Baqarah:170).

Allah juga berfirman:

“Dan janganlah kamu mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya”
(Qs.Al-Baqarah:42).

Allah menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan) tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa
mencampuradukkan agama itu boleh,Apa manusia itu lebih pintar dari Allah..???

Selanjutnya Allah berfirman:

“Hai orang orang yang beriman,masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah langkah setan Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.
(Qs.Al-Baqarah:208).

Allah menyuruh kita dalam berislam secara kaffah (menyeluruh) tidak setengah setengah.

Setengah Islam setengah Hindu.

sebagai renungan buat kita

Seorang muslim yang cerdas seharusnya tidak perlu dipusingkan dengan fatwa mana yang paling benar. Krn bukankah perintah Allah yang PASTI wajibnya (shalat 5 waktu, puasa ramadhan, dll) dan PASTI sunnahnya sudah sangat banyak sehingga kita PASTI tak akan sanggup kerjakan semuanya) lalu buat apa mengerjakan perkara yang belum jelas hukumnya ?

Jangan sampai yang belum jelas hukumnya rajin kita perjuangkan hingga membelanya mati-matian, namun yang sudah pasti wajib dan sunnahnya justru kita tinggalkan.

Wallahu a’lam bis showab..

Semoga bermanfaat..

Klik link http://fajribandung.com/ah-dikit-dikit-bidah-amal-itu-tergantung-niatnya-bro/

Juga klik link http://fajribandung.com/penjelasan-tentang-bidah/

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

 

%d blogger menyukai ini: