Makna tauhid

Secara bahasa, tauhid berarti pengesaan. Sedangkan secara istilah, tauhid berarti mengesakan Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– dalam perbuatan-perbuatan-Nya seperti menciptakan, memberi rezeki, dan lain sebagainya. Demikian juga mengesakan Alloh dalam perbuatan-perbuatan hamba-Nya, seperti sholat, zakat, puasa, berkurban, dan lain sebagainya. Begitu juga tauhid itu mengeskan nama-nama dan sifat-sifat Alloh..

Dengan kata lain, tauhid adalah iman kepada Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– tanpa diiringi oleh kesyirikan. Keagungan tauhid ini, dapat kita selami dengan mengetahui keburukan lawannya, yaitu syirik, sebagaimana yang digambarkan dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya dalam surat an-Nisa ayat 48:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا (48)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengam-puni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

Di samping itu, Rosulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– bersabda dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim:

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh Yang Esa, dan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, kemudian bersaksi pula bahwa Isa adalah hamba Alloh dan rasul-Nya serta kalimat-Nya yang dihembuskan pada Maryam dan ruh-Nya, juga bersaksi bahwa surga adalah haq dan neraka adalah haq, maka Alloh akan memasukkannya ke dalam surga dengan amalnya yang mana saja.”

Macam-Macam tauhid

Berdasarkan penelusuran para ulama terhadap ayat-ayat al-Qur`an dan Hadis-hadis Rosululloh saw, maka mereka membagi tauhid menjadi tiga macam yaitu: Tauhid rububiyyah, Tauhid uluhiyyah, dan Tauhid asma’ wa shifat. Berikut ii penjelasan ringkas tentang ketiga macam tauhid ini.

Pertama, Tauhid ar-rububiyah. Yaitu mengesakan Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– dalam perbuatan-perbuatan-Nya dan tiada sekutu bagi-Nya. Banyak sekali perbuatan-perbuatan Alloh yang harus kita esakan. Seperti menciptakan, menurunkan air hujan, dan lain sebagainya. banyak sekali ayat-ayat dalam al-Qur`an yang menjelaskan tauhid rububiyah. Di antaranya adalah dalam surat al-A’rof ayat 54:

أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (54)

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah itu hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.”

Dalam ayat yang lain, yaitu surat Fathir ayat 13 Alloh juga berfirman:

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّىذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ (13)

“Dialah Alloh yang menggilirkan malam pada siang dan yang menggilirkan siang pada malam. Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar untuk masa tertentu. Yang berbuat demikian itulah Allah Rabb kalian, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kalian ibadahi selain Allah itu tidaklah mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.“

 

Termasuk dalam kandungan tauhid rububiyyah yaitu bahwa hanya Allah-lah Pencipta alam semesta dan semua yang ada di dalamnya, Pemberi dan Pencegah, Penghidup dan Pemati, Pengada dan Peniada. Tiada sekutu bagi-Nya. Alloh Ta’ala berfirman dalam surat Ali Imron ayat 26-27 berikut ini:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (27)

“Katakanlah: “Wahai Alloh Yang Maha Memiliki seluruh kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang kepada malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas.”

Lanjut ke link http://fajribandung.com/tauhid-dan-macam-macamnya-bag-2/

 

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: