Artikel sebelumnya http://fajribandung.com/tauhid-dan-macam-macamnya-bag-1/

Termasuk kandungan tauhid rububiyyah, bahwa Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– adalah Penguasa tertinggi, kekuasaan-Nya tidak ada batasnya, dan tidak ada kekuasaan yang menandingi-Nya. Semua makhluk berada dalam genggaman kekuasaan-Nya. Semua yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan semua yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi. Tidak ada keinginan lain yang bisa terlaksana bila bertentangan dengan keinginan-Nya. Tidak ada yang bisa mencegah-Nya dari berbuat apa pun juga. Alloh Ta’ala berfirman dalam surat al-Maidah ayat 17:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (17)

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu adalah al-Masih putera Maryam.” Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang berada di bumi semuanya.” Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”  

 

Di samping itu, tauhid rububiyah juga bermakna bahwa Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– adalah Pengatur dan Penentu segala-gala-Nya, Raja dan Pemilik semuanya. Maha suci Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– dari segala sifat kekurangan dan kelemahan. Dan Maha suci Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– dari kesamaan dengan apa pun juga. Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam surat as-Sajdah ayat 5:

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى اْلأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (5)

“Dia mengatur semua urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitungan kalian.”

 

Tidak ada satu zat pun yang menyamai Allah dalam rububiyyah-Nya, menandingi-Nya atau mendekati derajat-Nya. Barangsiapa yang beranggapan atau percaya bahwa ada zat lain yang mempunyai hak rububiyyah, baik seluruhnya ataupun sebagiannya, maka orang itu telah berbuat syirik kepada Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– dan telah menjadi orang musyrik yang kekal di Jahannam, walaupun berasal dari keluarga muslim, shalat atau berpuasa bahkan berjihad fi sabiilillah. Hal ini sebagaimana firman Alloh dalam al-Qur`an surat an-Nahl ayat 3:

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ بِالْحَقِّ تَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (3)

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah dari pada apa yang mereka persekutukan.”

Alloh juga berfirman dalam surat az-Zumar ayat 63 berikut ini:

لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (63)

“Alloh adalah pemiliki kunci-kunci kekayaan seluruh langit dan bumi. Orang-orang yang kafir terhadap bukti-bukti kekuasaan Alloh, pasti mereka merugi di akhirat kelak.”

 

Macam tauhid yang kedua adalah tauhid uluhiyyah. Tauhid uluhiyah yaitu mempersembahkan seluruh peribadatan hanya kepada Allah –Subhānahu wa Ta’ālā–. Dengan kata lain, adalah penge-saan Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– dalam peribadatan. Tauhid uluhiyyah disebut juga tauhid ilahiyah atau tauhid ‘ubudiyyah. Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang tauhid Uluhiyah, di antaranya adalah firman Alloh dalam surat al-Anbiya ayat 25:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ (25)

“Dan Kami tidak mengutus seorang rosul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka beribadahlah kalian hanya kepada-ku.”

Alloh juga berfirman dalam surat adz-Dzariat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ (56)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah hanya kepada-ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki mereka memberi Aku makan.”

Berkaitan dengan ayat ini, Syeikh Muhammad at-Tamimi mengatakan dalam kitabnya Ushuluts Tsalatsah Bahwa maksud dari firman Allah S.W.T “Liya’budûni” yang artinya supaya mereka beribadah kepada-Ku dalam ayat tersebut adalah “Liyuwahhidûni” supaya mereka mengesakan-Ku.

 

Macam tauhid yang ketiga yaitu Tauhid asma’ wa sifat. Tauhid asma wa sifat adalah mengesakan Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Yaitu keyakinan yang pasti bahwa Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– mempunyai nama-nama yang mulia dan sifat-sifat yang agung serta sempurna, yang tidak diiringi oleh suatu kekurangan, kelemahan atau keburukan, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Allah –Subhānahu wa Ta’ālā– sendiri di dalam kitab-Nya dan oleh Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– di dalam hadits-haditsnya. Banyak sekali ayat-ayat al-Qur`an yang menjelaskan tentang tauhid asma wa sifat, di antaranya adalah firman Alloh Ta’ala dalam surat Toha ayat 8:

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (8)

“Dialah Allah, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Dia. Dia mempunyai al-asmaaul husna yaitu nama-nama yang baik.”

                                                 

Demikianlah pembahasan tentang tauhid dan macam-macamnya yang tiga, yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat. Semoga kita semua dapat memahami dan mengamalkannya. Amin. Wallohu A’lam.

Ust. Umar Muhsin

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: