Artikel sebelumnya link http://fajribandung.com/tragedi-mina-antara-musibah-dan-sejarah/

2. Sejarah Tragedi Mina dari tahun ke tahun
Seperti diawali dalam tulisan ini, penulis mengatakan bahwa kejadian yang terjadi di Mina pada khususnya, umumnya tragedi-tragedi yang terjadi pada musim haji sudah tercatat dalam sejarah. Sebelumnya mungkin kita juga paham bahwa yang namanya musibah bisa berbentuk apa saja, ada yang terjadi secara alami seperti bencana alam, contohnya adalah badai debu dan jatuhnya crane di masjidil haram, ada juga musibah itu serangan dari pihak musuh.
Yang menarik disini adalah kejadian Mina diakibatkan oleh human error alias kesalahan manusia itu sendiri, data yang akurat dan sudah kita konfirmasi kepada jamaah haji yang ada di arab Saudi bahwa kejadian Mina ini diakibatkan adanya jamaah asal iran yang menerobos jamaah haji lainnya yang berlainan arah. Lebih dari lima situs islam membenarkan adanya persitiwa tersebut, dan semua sepakat bahwa jamaah Iran lah yang menjadi sebab terjadinya musibah ini. Penulis bukan berarti langsung antipati mendengar Negara iran, bukan negaranya yang menjadi sasaran melainkan akidah yang dianut penduduk itu lah yang membuat penulis sedikit angkat bicara. Sudah mafhum bahwa mayoritas penduduk negeri iran adalah penganut agama syiah, yang sangat benci terhadap islam. Dari data yang penulis dapatkan berikut catatan sejarah syiah yang memerangi para jamaah haji.
1. Tahun 312 H, terjadi Pembantaian Jamaah Haji oleh Syiah Qaramitah.
Syiah Qaramitah yang dipimpin oleh Abu Thahir al-Qaramithi pemeluk syiah menyerang kafilah yang baru saja pulang dari menunaikan jamaah haji di makkah. Mereka membunuh kaum laki-laki dan menawan kaum wanita sertas merampas harta mereka yang lebih dari satu juta dinar. (albidayah wa an-Nihayah ibnu katsir al-Syafii 9/149).
2. Tahun 317 H, abu Thair al-Qaramithi memasuki Masjidil haram pada hari tarwiyah (8 Dzulhijah) dia dan bala tentaranya membantai para jamah haji dan mu’tamirin disekitar ka’bah, baik yang sedang thawaf maupun yang sedang bergelantungan dikiswah ka’bah. Selain itu dia menyuruh jasad-jasad para jamaah haji dimasukan kedalam sumur zam-zam. Merampas harta serta melepas kiswah ka’bah dan pintu ka’bah. Serta mencuri batu hajar aswad dan membawa ke kerajaan mereka dan tetap berada disana selama 22 tahun. (albidayah wa an-Nihayah ibnu katsir al-Syafii 9/160).
3. Tahun 1406 H/ 1986 M, jamaah Iran turun di jedah setelah diperiksa kebanyakan jamaah membawa bahan peledak jenis C4 pada bagian bawah tas mereka. Ketika dikumpulkan bahan peledak itu mencapai berat 150 Kg.
4. Tahun 1407 H/ 1987 M, Hizbullahbekerjasama dengan Garda revolusi Iran dan didukung jamaah syiah yang ada di Saudi mengadakan demonstrasi besar-besaran pada musim haji di tahun tersebut. Mereka MENGKAFIRKAN dan MENGANCAM Saudi Arabia sambil membawa gambar dan poster Khomeini..!! Kerusuhan ini menyebabkan hancurnya bangunan, ratusan wanita, anak-anak dan orang tua terinjak-injak . hasilnya 402 orang wafat 85 orang diantaranya adalah petugas keamanan.
5. Tahun 1409 H/ 1989 M, Anggota Hizbulloh Saudi bekerjasama dengan Syiah Kuwait melakukan aksi peledakan Bom di kota Mekah, pelaku dalam peristiwa tersebut disebut sebagai syahid dan dinobatkan sebagai para wali.
6. Tahun 1410 H/ 1999 M, Kejahatan Syiah dalam bentuk menyemprotkan gas beracun kepada jamaah haji di al-Mu’aishim yang menyebabkan ribuan jamaah haji meninggal dunia. Setelah tahun tersebut ada 12 peristiwa yang sama.
7. Tahun 1436 H/ 2015 M, tragedi Mina yang diberitakan seakan-akan terjadi kesalahan jalan yang berlawanan arah, 300 jamaah Iran berhasil membuat keonaran dan kericuhan di Mina.

Itulah sekelumit sejarah berdarah yang terjadi di negeri yang diharamkan perbuatan keji dan mungkar itu, ternyata syiah berani dan telah mengkotori tanah haram tersebut.
Pertanyaannya adalah, mengapa syiah begitu gigih menghancurkan dan merusak ibadah haji kaum muslimin dari tahun ke tahun? maka ini lah yang menjadi jawabannya…..
Khomaeni salah seorang tokoh syiah yang dianggap imam oleh mereka mengeluarkan fatwa ; “Kita akan menumpahkan darah para pembangkang (ahlus sunnah), kita akan bunuh anak laki-laki mereka dan kita akan biarkan anak-anak perempuan, dan tidak akan ada seorang pun yang luput dari siksaan. Harta mereka akan sepenuhnya menjadi hak milik para pengikut Ahlul bait (Syiah). Kita akan HAPUSKAN Makkah dan Madinah dari muka bumi karena dua kota tersebut menjadi benteng bagi orang-orang Wahabi . Kita wajib menjadikan Karbala sebagai tanah Alloh yang suci dan penuh berkah, sebagai kiblat manusia dalam shalat dan dengan itu semua kita akan mewujudkan impian para imam Alaihissalam.
Sebuah agenda yang sarat dengan konspirasi dan kebencian. Sebelum mereka menghancurkan Makkah dan Madinah maka mereka (kaum Syiah Iran) berusaha untuk mengacaukan dan mericuhkan ibadah haji dari tahun ketahun, dan membuat citra bahwa Arab Saudi tidak becus mengurus Haji. Mungkinkah ini juga ada hubungnnya dengan gerakan awal Iran untuk mengkiblatkan umat islam ke karbala.
Oleh karena itulah, militan syiah tega melakukan kekejaman sedemikian rupa karena ada motivasi ideologi yang menuai pahala (jihad). Demikian juga selogan pasukan Iran ketika membantu pasukan Suriah memerangi Ahlussunnah, mereka mengatakan, “Uqtulul sunnah dakhola al jannah.” Bunuhilah orang-orang Ahlussunnah maka akan masuk surga.
Sekali lagi penulis tegaskan bahwa tragedi Mina memang sangat perlu dikaji dan diteliti lebih dalam. Apabila pembahasan ini dibicarakan dari kaca mata politik saja, tentu kita tidak akan mencapai substansi permasalahan dan pembahasan pun akan simpang siur dikarenakan ketidakpastian berita dan banyaknya kepentingan. Agar lebih menyentuh substansi permasalahan, pembahasan ini haruslah dibahas dari kaca mata ideologi (Agama), yang mana merupakan penggerak utama aktivitas seseorang atau kelompok masyarakat. Juga dari catatan ini kita akan mengetahui kearah mana dampak dari kejadian Mina ini terhadap keberlangsungan keagamaan yang ada di Indonesia, positif dan negatifnya. Wallohu a’lam bishowabh.

kepada ormas yang gampang menyebut-nyebut istilah bidah, seolah-olah kata bidah berasal dari wahabi, berati secara tidak langsung telah menganggap Nabi Muhammad Saw sebagai seorang wahabi, sebab kata bidah berasal dari sabda rasulullah saw,   وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً (H.r. Ahmad).

Istilah bidah pun telah dikemukakan oleh Hadratu Syaikh Hasyim Asyari seorang ulama dan pendiri NU dalam kitab Mukkadimah Qanun Asasi Jam’iyah NU, hal. 25-26 : “Dan sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepada kamu agar bid’ah-bid’ah bisa diberantas dari semua orang yang di kota dan desa, Rasulullah Saw bersabda : ‘Jika telah muncul fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah serta para sahabatku dicaci maki, maka seorang alim harus menampilkan ilmunya. Siapa yang tidak melakukan hal itu maka ia akan terkena laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia.’ Ditakhrij oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab Al-Jami’ fi Adab Al-Rawi wa Al-Sami’ Jadi secara tidak langsung NU pun telah di cap oleh syiah sebagai wahabi…!!
Kemudian jika ada yang berpendapat kalau Arab memiliki misi menyebarkan pemahaman wahabinya, maka secara adil kita katakan kalau Iran juga memiliki andil untuk menyebarkan virus siyahnya, maka.. tidak ada makan siang yang gratis hari ini.
[1] Syiah bukan Islam, hal 176.
[1] ibid

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: