Juru Bicara Uni Eropa mengatakan, tidak akan mengakui adanya perubahan apa pun sehubungan dengan status Yerussalem.

Hal tersebut sebagaimana ditegaskan kembali dalam berbagai kesimpulan Dewan Urusan Luar Negeri, Uni Eropa tidak akan mengakui perubahan apa pun terhadap perbatasan pra-1967 termasuk yang berkaitan dengan Yerussalem, selain yang disepakati oleh semua pihak.

Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji bahwa jika ia memenangkan pemilihan umum yang dijadwalkan 17 September, ia akan mencaplok bagian dari tanah yang diduduki di Tepi Barat termasuk utara Laut Mati dan Lembah Jordan.

Juru bicara Uni Eropa mengatakan tindakan Israel membangun pemukiman dan ekspansi, termasuk di Yerussalem Timur, adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.

sumber: minanews

%d blogger menyukai ini: