Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Muhyiddin Junaidi menanggapi dukungan Unilever terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer atau LGBTQ. Sebelumnya, Unilever mendapat kecaman di dunia maya terkait dukungannya itu dan muncul seruan boikot.

Muhyiddin mengatakan, jika memang kaum muslimin benar-benar serius, maka mereka bisa melakukan pemboikotan terhadap produk-produk unilever di Indonesia sehingga tidak mendapatkan keuntungan. Hal ini diungkapkan Muhyiddin kepada Republika, Jumat kemarin.

Ia menyampaikan, pemboikotan produk mereka penting agar dijadikan sebagai pembelajaran oleh para pendukung LGBTQ. Sehingga perusahaan lain yang ingin melakukan hal yang sama dengan Unilever, bisa meninjau kembali reaksi dari publik.

Muhyidin juga menjelaskan bahwa unilever nyaris menguasai produk-produk yang digunakan oleh masyarakat. Kalau memang sudah ada produk-produk perusahaan lain yang tidak mendukung LGBT, maka disarankan untuk meninggalkan produk-produk Unilever.

Terkait pesan yang ingin disampaikan dari pemboikotan produk ini, Muhyiddin menjelaskan, pemboikotan ini mengandung pesan moral bahwa semua agama melarang LGBT. Bukan hanya agama Islam yang melarang LGBT, agama lain juga melarang.

Ia menegaskan, pemboikotan produk mereka juga mengandung pesan agar perusahaan-perusahaan tidak mendukung kegiatan-kegiatan yang bertolak belakang dengan nilai-nilai agama.

Sebagaimana diketahui, dukungan Unilever terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer telah menuai kecaman di dunia maya. Tak sedikit seruan untuk memboikot produk Unilever. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: