Majelis taklim yang tidak mendaftarkan diri tidak akan dikenai sanksi apa pun berkaitan denan Peraturan Menteri Agama terkait registrasi Majelis Taklim. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengatakan Peraturan Menteri Agama No 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim tidak memberi sanksi bagi yang tidak melakukan registrasi. Hal ini sebagaimana diungkapkan Zainut dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa kemarin.

Untuk itu, Zainut meminta masyarakat tidak perlu resah dengan adanya PMA tentang Majelis Taklim. Alasannya semangat PMA adalah memfasilitasi layanan publik dan pengaturan basis data registrasi Kemenag.

Lewat skema itu, masyarakat mengetahui tata cara untuk membentuk majelis taklim dan Kemenag memiliki data majelis taklim dengan baik. Dia mengatakan terdaftarnya majelis taklim akan memudahkan Kementerian Agama dalam melakukan koordinasi dan pembinaan.

Pembinaan itu,  adalah memberikan penyuluhan dan pembekalan materi dakwah, penguatan manajemen dan organisasi, peningkatan kompetensi pengurus, pemberdayaan jamaah dan lain sebagainya.

Wamenag mengatakan PMA tersebut bisa menjadi panduan masyarakat saat akan membentuk majelis taklim. Misalnya, salah satu persyaratan untuk mendirikan majelis taklim adalah jamaah. Dalam regulasi ini diatur jumlahnya minimal 15 orang. Selain soal jamaah, kata dia, persyaratan lainnya adalah ustaz, pengurus, sarana tempat atau domisili dan materi. Semua dijelaskan dalam PMA sebagai pedoman publik.

Zainut mengatakan PMA itu arahnya memberikan fasilitas dan memudahkan koordinasi dalam pembinaan majelis taklim.

https://suaraislam.id/

%d blogger menyukai ini: